Ekonomi

Polymarket Usai Negosiasi dengan CFTC Siap Kembalikan Layanan ke Trader Amerika

×

Polymarket Usai Negosiasi dengan CFTC Siap Kembalikan Layanan ke Trader Amerika

Share this article
Polymarket Usai Negosiasi dengan CFTC Siap Kembalikan Layanan ke Trader Amerika
Polymarket Usai Negosiasi dengan CFTC Siap Kembalikan Layanan ke Trader Amerika

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 April 2026 | Polymarket, platform prediksi pasar yang berbasis blockchain, tengah mengupayakan persetujuan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk mencabut larangan akses bagi pengguna Amerika Serikat pada pasar internasionalnya. Larangan tersebut telah diberlakukan sejak penyelesaian sengketa dengan regulator pada tahun 2022, yang memaksa perusahaan memindahkan operasi utama ke luar negeri.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip oleh beberapa media, perwakilan Polymarket telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat CFTC dalam beberapa minggu terakhir. Jika CFTC memberikan persetujuannya, Polymarket akan dapat membuka kembali pasar utama untuk trader AS, menandai perubahan signifikan dalam strategi bisnis perusahaan dan memperluas kompetisi dengan Kalshi, satu-satunya platform prediksi yang telah memperoleh lisensi penuh di Amerika Serikat.

Proses persetujuan memerlukan pemungutan suara formal oleh seluruh anggota komisi. Namun, situasi saat ini memperkecil jumlah suara yang diperlukan karena empat dari lima kursi komisaris masih kosong, meninggalkan Michael S. Selig sebagai satu-satunya komisioner yang aktif. Selig sebelumnya menegaskan bahwa otoritas negara bagian tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pasar prediksi, yang berada di bawah yurisdiksi CFTC.

Di balik upaya regulasi tersebut, Polymarket juga tengah menghadapi sorotan hukum akibat kasus insider trading yang melibatkan seorang anggota militer Amerika. Gannon Van Dyke, seorang Master Sergeant, dituduh menggunakan informasi rahasia terkait operasi militer di Venezuela—khususnya rencana serangan terhadap mantan presiden Nicolás Maduro—untuk menempatkan taruhan pada platform internasional Polymarket. Van Dyke memperoleh lebih dari US$400.000 dari perdagangan tersebut melalui akses VPN, setelah ditolak membuka akun di Kalshi. Pada April 2026, Van Dyke mengajukan pembelaan tidak bersalah di pengadilan federal.

Polymarket menolak komentar resmi mengenai kasus ini, namun pendiri perusahaan, Shayne Coplan, menyatakan bahwa perusahaan telah melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut kepada otoritas terkait. Kasus ini menambah tekanan pada Polymarket untuk memperkuat kebijakan kepatuhan dan memperjelas proses verifikasi identitas pengguna.

Sementara itu, platform domestik Polymarket US yang beroperasi di bawah lisensi yang diperoleh pada November 2025 masih dalam fase beta. Fokus utama pasar ini berada pada kontrak olahraga, dengan volume perdagangan yang masih terbatas. Namun, menurut sumber internal, diskusi dengan regulator juga mencakup kemungkinan mengintegrasikan teknologi blockchain yang mendasari pasar internasional dengan lisensi domestik, sehingga Polymarket dapat beroperasi sebagai satu entitas terintegrasi di Amerika Serikat.

Persaingan dengan Kalshi semakin tajam setelah CFTC pada awal 2026 menggugat negara Wisconsin atas upaya mereka mengklaim yurisdiksi atas kontrak acara, serupa dengan tindakan sebelumnya terhadap New York. Gugatan ini menegaskan ambisi CFTC untuk mempertahankan kontrol federal atas pasar derivatif berbasis peristiwa, sekaligus menantang pendekatan regulasi yang lebih longgar di tingkat negara bagian.

Donald Jr. Trump, yang berperan sebagai penasihat bagi kedua platform, dilaporkan berinvestasi di Polymarket melalui firma ventura 1789 Capital. Keterlibatan tokoh politik tinggi ini menambah dimensi politik pada persaingan regulasi, mengingat kebijakan sebelumnya pada era Trump memberikan ruang lebih leluasa bagi platform prediksi untuk berkembang.

Berikut rangkuman timeline utama terkait perkembangan Polymarket:

  • 2022 – Polymarket mencapai penyelesaian dengan CFTC; platform utama dipindahkan ke luar negeri.
  • Nov 2025 – CFTC menyetujui peluncuran platform domestik Polymarket US setelah akuisisi bursa berlisensi.
  • Feb 2026 – Gannon Van Dyke dituduh melakukan insider trading pada Polymarket; kasus masuk ke pengadilan.
  • Apr 28 2026 – Bloomberg melaporkan Polymarket sedang dalam negosiasi dengan CFTC untuk mengangkat larangan pada pasar internasional.
  • Mei 2026 – CFTC mengumumkan kekosongan empat kursi komisaris, meningkatkan peluang keputusan cepat oleh Michael Selig.

Jika persetujuan CFTC diberikan, Polymarket tidak hanya akan memperluas basis pengguna, tetapi juga meningkatkan volume perdagangan kontrak peristiwa di Amerika Serikat, membawa lebih banyak aktivitas ke dalam pengawasan regulatori federal. Di sisi lain, kasus insider trading dan tekanan regulasi negara bagian tetap menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi perusahaan.

Kesimpulannya, langkah Polymarket untuk kembali memasuki pasar Amerika Serikat menandai titik balik penting dalam evolusi regulasi prediksi pasar. Keberhasilan upaya ini akan bergantung pada keputusan CFTC, kemampuan perusahaan mengatasi isu kepatuhan, serta strategi bersaing dengan Kalshi dalam kerangka kebijakan federal yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *