Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Utang merupakan salah satu masalah yang paling umum dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Bagi beberapa orang, utang dapat menjadi beban yang sangat berat dan menghantui kehidupan sehari-hari. Namun, ada juga orang yang berhasil mengatasi utang mereka dan bangkit kembali.
Seperti yang dialami oleh Maddie Baker, seorang guru berusia 27 tahun dari Virginia, Amerika Serikat. Ia pernah terjebak dalam lingkaran utang yang sangat sulit untuk diatasi. Maddie memiliki penghasilan sekitar 50 ribu USD per tahun, namun hampir semuanya habis untuk membeli kopi setiap hari, belanja baju baru, dan liburan mewah yang bahkan di luar kemampuan finansialnya.
Maddie kemudian menyadari bahwa ia harus mengubah hidupnya dan mengatasi utangnya. Ia memulai dengan mengatur ulang keuangan dan membuat anggaran yang lebih bijak. Ia juga memotong pengeluaran yang tidak perlu dan mulai menabung. Dalam beberapa tahun, Maddie berhasil mengatasi utangnya dan bahkan bisa menghasilkan uang lebih dari hobinya.
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengatasi utang seperti Maddie. Badan Gizi Nasional (BGN) misalnya, memiliki utang sebesar Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga. Utang ini berasal dari kegiatan pada tahun 2025 dan belum dibayarkan sampai saat ini.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan bahwa utang ini akan dibayarkan melalui mekanisme tunggakan di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026. Namun, proses pembayaran ini masih memerlukan waktu dan belum bisa dilakukan secara langsung.
Utang BGN ini merupakan contoh bahwa utang tidak hanya merupakan masalah individu, tetapi juga dapat menjadi masalah institusi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik dan membuat anggaran yang bijak untuk menghindari utang.
Kesimpulan, utang merupakan masalah yang serius dan dapat menghantui kehidupan seseorang. Namun, dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik dan membuat anggaran yang bijak, seseorang dapat mengatasi utang dan bangkit kembali. Institusi seperti BGN juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik untuk menghindari utang dan melakukan pembayaran yang tepat waktu.











