Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah AS melancarkan serangan udara terbaru ke Iran. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran yang menewaskan dua tentara AS di Yordania. Tegangan antara kedua negara ini telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan AS melancarkan serangan udara ke Iran untuk kedelapan kalinya berturut-turut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kematian tentara AS di Yordania adalah "sangat disesalkan" dan menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Iran telah menyangkal tuduhan bahwa mereka terlibat dalam serangan yang menewaskan tentara AS di Yordania.
Konflik ini juga telah mempengaruhi situasi di wilayah Teluk Persia, dengan Uni Eropa dan negara-negara Teluk meminta Iran untuk membuka Selat Hormuz bagi navigasi internasional. Mereka juga menolak klaim Iran atas kedaulatan atau kontrol atas selat tersebut.
Sementara itu, Israel telah mengeluarkan pernyataan yang mengenang 85 korban serangan bom di AMIA di Buenos Aires pada tahun 1994. Israel menuduh Iran dan Hezbollah terlibat dalam serangan tersebut, tetapi Iran telah menyangkal tuduhan tersebut.
Dalam situasi yang terus memanas, AS telah mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya untuk berhati-hati saat bepergian ke Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS juga telah mengeluarkan peringatan bahwa situasi di wilayah tersebut dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga.
Konflik antara Iran dan AS ini telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia tentang kemungkinan perang besar yang dapat terjadi di Timur Tengah. Dalam situasi yang terus berkembang ini, penting untuk terus memantau perkembangan terbaru dan berharap bahwa kedua belah pihak dapat menemukan jalan damai untuk menyelesaikan konflik ini.











