Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Juli 2026 | Harga emas perhiasan di beberapa daerah Indonesia mengalami peningkatan. Di Kota Semarang, kenaikan harga emas menjadi sentimen positif bagi penjualan perhiasan. Masyarakat memanfaatkan penurunan harga emas untuk menambah koleksi emas, baik sebagai investasi jangka panjang maupun memenuhi kebutuhan perhiasan.
Di Aceh, harga emas di beberapa daerah mengalami kenaikan, seperti di Abdya dan Aceh Jaya yang naik Rp 100.000 per mayam. Sementara itu, di Bengkulu, inflasi restoran dan perawatan pribadi naik, dengan emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar.
Di Kayuagung, harga emas perhiasan tembus Rp 13,6 juta per suku, namun warga lebih banyak menjual emas daripada membeli, didorong kebutuhan dana untuk biaya masuk sekolah anak. Sementara itu, di Kota Probolinggo, kenaikan harga bensin menjadi pemicu utama inflasi, dengan inflasi tahunan sebesar 2,92%.
Penurunan harga emas juga berdampak pada penurunan harga emas perhiasan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah koleksi emas. Dengan demikian, harga emas perhiasan yang melonjak dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang.
Kesimpulan, harga emas perhiasan yang melonjak dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang. Masyarakat dapat memanfaatkan penurunan harga emas untuk menambah koleksi emas, baik sebagai investasi jangka panjang maupun memenuhi kebutuhan perhiasan.











