Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Dalam satu rangkaian pernyataan publik yang berlangsung pada hari Selasa, Danantara Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam mendukung transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta menanggapi pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) tentang pasar modal Indonesia. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan arahan besar untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inovasi di seluruh grup BUMN, sekaligus menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Menurut Dony Oskaria, transformasi BUMN tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga memerlukan perubahan budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kepuasan publik. Ia menegaskan bahwa Danantara berkomitmen untuk menjadi motor penggerak utama dalam mengoptimalkan aset-aset negara, memperkuat fondasi keuangan, serta memperluas akses layanan publik melalui teknologi digital. “Kami melihat BUMN sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang harus mampu beradaptasi dengan dinamika global,” ujar Oskaria dalam konferensi pers di kantor pusat perusahaan.
Di sisi lain, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, memberikan komentar positif terhadap keputusan MSCI yang menunda peninjauan indeks saham Indonesia pada Mei 2026 sambil tetap mengakui langkah‑langkah reformasi pasar modal yang telah diambil. MSCI menilai upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam meningkatkan transparansi kepemilikan saham, memperkenalkan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta merencanakan kenaikan minimum free float menjadi 15 persen sebagai sinyal positif.
Pandu menegaskan bahwa penundaan tersebut bukan berarti penolakan, melainkan bagian dari proses evaluasi berkelanjutan. “MSCI menunjukkan bahwa mereka memantau mekanisme pasar dan reformasi yang sedang berjalan. Hal ini memberi sinyal bahwa pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat,” kata Pandu saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Penanganan Kemiskinan (Kemenko Pangan). Ia menambahkan bahwa MSCI akan terus menilai efektivitas data baru dalam menentukan free float dan investability, sekaligus menjaga kebijakan pembekuan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS) hingga tinjauan berikutnya.
Pengumuman MSCI juga menyoroti pentingnya peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen dan granularitas klasifikasi investor. Langkah‑langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing serta memperluas basis likuiditas pasar. Danantara menilai bahwa regulasi yang lebih ketat dan data yang lebih akurat akan memperkuat fondasi fundamental pasar modal, sehingga mempermudah aliran investasi ke dalam negeri.
- Transformasi BUMN: Fokus pada digitalisasi, efisiensi operasional, dan sinergi lintas sektoral.
- Reformasi pasar modal: Peningkatan transparansi, pengenalan HSC, dan rencana free float 15%.
- Respons MSCI: Penundaan review indeks sambil mengakui kemajuan regulasi.
- Peran Danantara: Memfasilitasi dialog antara regulator, BUMN, dan investor.
Selain itu, Danantara juga meluncurkan tahap kedua lelang Penawaran Saham Efek Luar Negeri (PSEL) di 20 kota, yang telah menarik lebih dari 100 investor sejak pendaftaran dibuka. Program ini dirancang untuk memperluas partisipasi investor domestik dan internasional dalam penawaran saham, sekaligus mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan likuiditas pasar modal.
Dalam konteks transformasi Telkom (TLKM), Danantara memantau langkah-langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fondasi fundamentalnya, termasuk investasi pada jaringan 5G, layanan digital, dan tata kelola perusahaan yang lebih baik. Pengawasan ini sejalan dengan visi BUMN yang diarahkan untuk menjadi pendorong utama inovasi teknologi dan penyedia layanan publik yang handal.
Secara keseluruhan, pernyataan dari Dony Oskaria dan Pandu Sjahrir menegaskan bahwa Danantara berada di garis depan upaya memperkuat ekonomi nasional melalui sinergi BUMN, reformasi pasar modal, dan kolaborasi dengan lembaga internasional seperti MSCI. Kedepannya, perusahaan berharap bahwa langkah‑langkah tersebut akan menghasilkan iklim investasi yang lebih stabil, transparan, dan menarik bagi para pelaku pasar global.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, komitmen BUMN, serta pengawasan berkelanjutan dari indeks global, pasar modal Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.











