Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juni 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dinilai dapat berperan penting dalam pengembangan industri kesehatan nasional. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Danantara memiliki kecukupan modal untuk turut menggerakkan sektor industri kesehatan nasional.
Salah satu proyek yang telah disodorkan kepada Danantara adalah pabrik fraksionasi plasma darah di Karawang International Industrial City, yang dibangun oleh perusahaan biofarmasi Korea Selatan (Korsel) SK Plasma bersama Indonesia Investment Authority (INA).
Danantara juga telah diminta untuk mendesain kawasan Gelora Bung Karno, termasuk lahan bekas kawasan Hotel Sultan. Hal ini disampaikan oleh Wamensesneg Juri Ardiantoro, yang menyatakan bahwa proses desain akan melibatkan pemerintah dan hasilnya nanti dipastikan bakal bermanfaat untuk masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini memastikan bahwa program perampingan anak usaha yang tengah dijalankan perusahaan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap karyawannya. Hal ini sesuai dengan arahan dari BPI Danantara.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menilai kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring program transformasi BUMN. Capaian ini menunjukkan transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa dan kegiatan yang melibatkan Danantara menunjukkan bahwa lembaga ini memiliki peran penting dalam pengembangan industri kesehatan nasional, serta dalam mendukung program transformasi BUMN dan perampingan anak usaha.











