Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Juni 2026 | Puasa Tarwiyah dan Asyura di bulan Muharram merupakan ibadah yang sangat utama dalam agama Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharam”. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami niat puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram, lengkap dengan tata cara dan keutamaannya, agar meraih fadhilah dan faidahnya.
Menurut Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, puasa Tasu’a disyariatkan khusus bagi menyelisihi ibadah kaum Yahudi. Para ulama menetapkan pelaksanaan keduanya secara berturut-turut sebagai darjat puasa yang terbaik. Kemantapan niat di dalam hati sebelum fajar menyingsing menjadi kunci utama kesempurnaan dan diterimanya puasa mulia ini di sisi Allah.
Bacaan niat puasa Tasua dan Asyura sangat penting dalam membedakan ibadah puasa dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Berikut lafal niat puasa Tasu’a yang dianjurkan: Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ, yang artinya “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ”.
Keutamaan puasa Asyura sangat besar, karena Rasulullah SAW bersabda, ‘Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa tahun sebelumnya’. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura dengan niat yang tulus dan ikhlas.
Dalam melaksanakan puasa Tasua dan Asyura, umat Islam perlu memperhatikan tata cara yang benar, seperti memastikan niat yang tulus, melaksanakan puasa dengan penuh kesabaran, dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa. Dengan demikian, umat Islam dapat meraih keutamaan puasa Tasua dan Asyura, serta memperoleh fadhilah dan faidah yang berlipat ganda.
Sebagai umat Islam, kita perlu memahami dan melaksanakan ibadah puasa dengan benar, agar kita dapat meraih keutamaan dan pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan niat, tata cara, dan keutamaan puasa Tasua dan Asyura, agar kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan maksimal.











