Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Juli 2026 | Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Menurut riwayat, pahala puasa sunnah ini setara dengan puasa setahun.
Periode pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 atau bulan Safar 1448 H memiliki perbedaan jadwal antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan dalam penetapan awal bulan Safar. Pemerintah dan NU menetapkan awal bulan Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026, sementara Muhammadiyah menetapkan awal bulan Safar sehari lebih awal, yakni pada Rabu, 15 Juli 2026.
Untuk panduan, berikut adalah jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 berdasarkan ketetapan pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kemenag RI, jadwal Puasa Ayyamul Bidh versi pemerintah dan NU adalah sebagai berikut: 13 Safar 1448 H: Sabtu, 29 Juli 2026, 14 Safar 1448 H: Minggu, 30 Juli 2026, dan 15 Safar 1448 H: Senin, 31 Juli 2026.
Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, jadwal Puasa Ayyamul Bidh versi Muhammadiyah adalah sebagai berikut: 13 Safar 1448 H: Senin, 27 Juli 2026, 14 Safar 1448 H: Selasa, 28 Juli 2026, dan 15 Safar 1448 H: Rabu, 29 Juli 2026.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Meskipun waktu pelaksanaannya sama secara ketentuan syariat, tanggal Masehi dapat berbeda jika terjadi perbedaan penetapan awal bulan. Dengan demikian, umat Islam perlu memperhatikan jadwal Puasa Ayyamul Bidh sesuai dengan ketetapan yang berlaku.
Bulan Muharram juga memiliki makna yang sangat penting dalam kalender Hijriyah. Sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, Muharram bukan sekadar penanda waktu. Di dalamnya tersimpan catatan peristiwa besar yang membentuk sejarah umat Muslim hingga hari ini. Salah satu peristiwa paling monumental dalam Islam adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Peristiwa hijrah inilah yang kemudian dijadikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah oleh Khalifah Umar bin Khattab RA. Selain hijrah, tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura juga menjadi hari istimewa. Pada hari itu, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun di Laut Merah.
Memahami kalender Hijriyah sangat penting untuk menentukan waktu ibadah seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan haji. Allah SWT telah menetapkan 12 bulan dalam setahun sebagaimana tertuang dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 36. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa di antara 12 bulan itu terdapat empat bulan haram yang memiliki keistimewaan khusus.
Dengan mengenal setiap bulan Hijriyah beserta amalannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan Islam yang dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Berbeda dengan kalender Masehi yang berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari, kalender Hijriyah mengikuti peredaran bulan mengelilingi bumi.
Kesimpulan, Puasa Ayyamul Bidh 2026 memiliki jadwal yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah serta NU. Umat Islam perlu memperhatikan jadwal Puasa Ayyamul Bidh sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Dengan memahami kalender Hijriyah dan amalannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.











