Pendidikan

Dunia Pendidikan: Dosen, Sertifikasi, dan Kasus Kekerasan Seksual

×

Dunia Pendidikan: Dosen, Sertifikasi, dan Kasus Kekerasan Seksual

Share this article
Dunia Pendidikan: Dosen, Sertifikasi, dan Kasus Kekerasan Seksual
Dunia Pendidikan: Dosen, Sertifikasi, dan Kasus Kekerasan Seksual

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Dunia pendidikan di Indonesia mengalami berbagai dinamika, mulai dari isu dosen yang dipecat setelah melaporkan dugaan publikasi jurnal predator hingga kasus kekerasan seksual yang melibatkan dosen. Baru-baru ini, seorang dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berinisial R dipecat dari pekerjaannya setelah melaporkan dugaan adanya publikasi jurnal predator yang melibatkan sejumlah akademisi kampus.

Menurut pengacara Publik YLBHI-LBH Jogja, Wetub Toatubun, R awalnya melaporkan dugaan publikasi jurnal predator yang diduga dilakukan oleh beberapa rekan, bahkan pejabat birokrasi kampus di UAJY, hingga guru besar. Laporan tersebut disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta pihak yayasan.

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan membuka sertifikasi pendidik untuk dosen tahun 2026 atau sertifikasi dosen (serdos). Dosen tetap yang memenuhi persyaratan dapat menjadi peserta serdos 2026. Sertifikasi dosen merupakan salah satu bentuk pengakuan profesional bagi dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Di sisi lain, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi juga menjadi perhatian. Baru-baru ini, seorang dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara karena terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswinya. Putusan tersebut dibacakan setelah majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana terungkap dalam persidangan.

Untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan, mahasiswa baru perlu mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa tips yang dapat membantu mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus baru adalah dengan mengelola ekspektasi secara realistis, bersikap terbuka terhadap perbedaan, serta membangun hubungan sosial dan akademik dengan cara bertahap dan fleksibel.

Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat menjalani kehidupan kampus dengan lebih nyaman dan sukses. Selain itu, penting juga bagi pihak kampus untuk menyediakan lingkungan yang kondusif dan mendukung bagi mahasiswa, termasuk dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai, serta mengembangkan kebijakan yang mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *