Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juni 2026 | Peringatan hari lahir Presiden Pertama RI Soekarno ke-125 menjadi momentum untuk mengenang dan memahami kembali pemikiran dan semangat perjuangan beliau. Bung Karno, yang dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, meninggalkan warisan pemikiran yang tetap relevan hingga saat ini. Salah satu konsep penting yang ditinggalkan Bung Karno adalah Trisakti, yang terdiri dari tiga prinsip utama: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Trisakti Bung Karno menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat diri dan menghadapi tantangan global. Dalam konteks ekonomi, berdikari berarti mengembangkan kemandirian ekonomi nasional, sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada kekuatan ekonomi luar. Sementara itu, berkepribadian dalam kebudayaan menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan identitas budaya bangsa, sehingga Indonesia dapat mempertahankan jati dirinya di tengah arus globalisasi.
Semangat Trisakti juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pendidikan dan kewirausahaan. Misalnya, melalui kegiatan PWN Roadshow to Campus, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya kewirausahaan dan berani memulai usaha sejak dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong lahirnya generasi muda yang berjiwa wirausaha dan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
Di samping itu, peringatan hari lahir Bung Karno juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali perjuangan bangsa dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal. Dalam konteks ini, pemikiran Bung Karno tentang Marhaenisme, yang menekankan keberpihakan kepada rakyat kecil dan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial, tetap relevan hingga saat ini.
Dalam menghadapi krisis geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia perlu mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak menjadi alat kepentingan negara-negara besar. Kepentingan nasional harus menjadi panglima dalam setiap perundingan internasional, sehingga Indonesia dapat mempertahankan kedaulatan dan kemandirian nasional.
Kesimpulan, peringatan hari lahir Bung Karno ke-125 menjadi momentum untuk mengenang dan memahami kembali pemikiran dan semangat perjuangan beliau. Trisakti Bung Karno tetap relevan sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat diri dan menghadapi tantangan global. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Trisakti, Indonesia dapat mempertahankan kedaulatan, kemandirian, dan identitas nasional, serta mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran bagi rakyat.











