Bisnis

Pasar Modal Indonesia di Bawah Tekanan, Amman Mineral Internasional Dicoret dari Indeks MSCI

×

Pasar Modal Indonesia di Bawah Tekanan, Amman Mineral Internasional Dicoret dari Indeks MSCI

Share this article
Pasar Modal Indonesia di Bawah Tekanan, Amman Mineral Internasional Dicoret dari Indeks MSCI
Pasar Modal Indonesia di Bawah Tekanan, Amman Mineral Internasional Dicoret dari Indeks MSCI

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Mei 2026 | Pasar modal Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan enam emiten dari konstituen indeksnya, termasuk Amman Mineral Internasional. Keputusan ini diambil karena struktur kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi dan kurangnya transparansi ekuitas di Indonesia.

Menurut Kepala Riset Ekuitas Indonesia di Macquarie Capital, Ari Jahja, pencoretan ini berpotensi membuka jalan bagi MSCI untuk segera mencabut larangan penambahan emiten baru dari Indonesia ke dalam indeksnya. Namun, perlu diingat bahwa keputusan MSCI ini juga berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi hingga 1,9 persen.

Di sisi lain, FTSE Russell juga akan mengumumkan daftar saham yang berpotensi dihapus maupun diturunkan peringkatnya dari indeks. Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, menyatakan bahwa pengumuman FTSE pada 22 Mei 2026 menjadi salah satu sentimen penting yang akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Perubahan komposisi indeks FTSE yang diumumkan biasanya tidak berubah lagi hingga tanggal efektif rebalancing, namun FTSE masih dapat melakukan perubahan mendekati jadwal rebalancing. Fath mencontohkan kasus PT Barito Renewables Energy Tbk. yang sempat diumumkan masuk indeks FTSE, tetapi akhirnya dikeluarkan kembali pada menit-menit terakhir sebelum rebalancing efektif berlaku.

Perlu diingat bahwa tekanan jual diperkirakan tidak sebesar dampak rebalancing MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Namun, outflow dana asing masih berpotensi terjadi jika saham dikeluarkan dari indeks FTSE.

Untuk menghadapi situasi ini, Indonesia perlu meningkatkan kualitas pasar modal dan memperbaiki transparansi ekuitas. Dengan demikian, Indonesia dapat menghindari penurunan peringkat menjadi status frontier market dan meningkatkan kepercayaan investor asing.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan serangkaian reformasi pro-investor untuk meningkatkan kualitas pasar modal. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan transparansi ekuitas dan memperbaiki struktur kepemilikan saham.

Dalam kesimpulan, pencoretan Amman Mineral Internasional dari indeks MSCI dan pengumuman FTSE menjadi sentimen penting yang memengaruhi pergerakan IHSG. Indonesia perlu meningkatkan kualitas pasar modal dan memperbaiki transparansi ekuitas untuk menghadapi situasi ini dan meningkatkan kepercayaan investor asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *