BERITA

Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi dan Kronologi

×

Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi dan Kronologi

Share this article
Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi dan Kronologi
Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi dan Kronologi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Mei 2026 | Komisi V DPR RI telah mengadakan rapat kerja dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, KNKT, dan KAI untuk membahas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Dalam rapat tersebut, Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan kronologi kecelakaan yang terjadi pada Senin, 27 April 2026, pukul 20.52 WIB.

Menurut Dudy, kecelakaan tersebut bermula dari adanya taksi yang mogok di perlintasan sebidang, yang kemudian menyebabkan KA 5181B Cikarang-Jakarta menabrak taksi tersebut. Setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono juga menjelaskan bahwa jeda waktu antara tabrakan pertama dengan taksi dan benturan KA Argo Bromo Anggrek hanya berlangsung selama 3 menit 43 detik. Soerjanto menilai bahwa rentang waktu tersebut sangat singkat untuk situasi darurat yang berkembang di lokasi kejadian.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mengungkapkan bahwa KA Argo Bromo Anggrek mendapat sinyal keluar beraspek hijau hingga akhirnya menabrak rangkaian KRL yang masih berada di area Stasiun Bekasi Timur. Hal ini memunculkan sorotan terhadap sistem persinyalan kereta saat insiden berlangsung.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta agar ada evaluasi besar sebagai bahan mitigasi sehingga tidak ada kecelakaan serupa kembali. Lasarus juga menyoroti mengapa kereta tetap mendapat izin jalan meski sebelumnya sudah terjadi kecelakaan di lintasan.

Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT dan mendukung pelaksanaan secara independen profesional setelah transparan.

Komisi V DPR juga mendorong KAI segera membenahi double-double track (DDT) di jalur Jabodetabek. Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda meminta pembangunan DDT tak perlu menunggu rekomendasi KNKT.

Dalam kesimpulan, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur merupakan insiden yang sangat serius dan memerlukan evaluasi yang besar untuk mencegah kecelakaan serupa kembali. Sistem persinyalan kereta juga perlu diperiksa untuk memastikan keselamatan penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *