Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki babak yang lebih seru, namun di balik keseruan tersebut, terdapat isu rasisme yang mencoreng nama turnamen ini. Mantan pemain tim nasional Jerman, Bastian Schweinsteiger, baru-baru ini membuat pernyataan yang menuai kontroversi tentang sepakbola Afrika.
Schweinsteiger, yang kini bekerja sebagai komentator untuk sebuah jaringan TV Jerman, mengatakan bahwa sepakbola Afrika ‘sedikit liar’ dan ‘tidak terlalu terstruktur dengan taktik’. Pernyataan ini dianggap banyak pihak sebagai stereotip rasial yang menghina dan merendahkan sepakbola Afrika.
Reaksi atas pernyataan Schweinsteiger bervariasi. Beberapa orang menganggap pernyataannya rasialis dan meminta maaf, sementara yang lain membela diri dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut tidak bermaksud menyinggung. Namun, yang jelas, pernyataan tersebut telah menimbulkan debat panas tentang rasisme dalam sepakbola.
Di luar kontroversi tersebut, Schweinsteiger juga baru-baru ini mengusulkan mantan pelatihnya, Louis van Gaal, sebagai calon pelatih tim nasional Jerman. Ini menarik, mengingat van Gaal memiliki pengalaman luas dalam melatih tim-tim besar di Eropa, termasuk Bayern Munich dan Manchester United.
Sementara itu, di lapangan, Piala Dunia 2026 terus memanas. Argentina berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Inggris, dan mereka akan bertemu Spanyol dalam pertandingan final. Inggris, di sisi lain, akan berhadapan dengan Perancis dalam perebutan tempat ketiga.
Dalam sebuah wawancara, Harry Kane, striker Inggris, mengaku sedih atas kekalahan timnya. ‘Kami bekerja keras untuk mencapai titik ini, dan sangat disayangkan itu tidak berakhir seperti yang kami harapkan,’ katanya.
Bastian Schweinsteiger, sebagai analis, memuji Argentina atas kemampuan mereka untuk membalikkan keadaan. ‘Mereka layak mendapatkannya. Itu sangat sulit, tapi mereka berhasil membalikkan keadaan lagi. Sungguh luar biasa,’ katanya.
Robert Lewandowski, striker Polandia yang juga pernah bermain untuk Bayern Munich, akan segera bergabung dengan tim baru di MLS. Lewandowski dikenal karena kemampuan golnya yang luar biasa, dan dia pernah bekerja sama dengan Thomas Müller di Bayern Munich, membentuk duo yang sangat efektif di lapangan.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya tentang sepakbola, tetapi juga tentang isu-isu sosial yang lebih luas, seperti rasisme. Schweinsteiger dan pernyataannya telah memicu debat tentang topik ini, dan itu penting untuk diingat bahwa sepakbola haruslah menjadi ajang yang menyatukan, bukan memisahkan, bangsa dan ras.











