Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Mei 2026 | PSM Makassar kembali masuk dalam daftar klub yang disanksi FIFA usai menuntaskan kompetisi Super League 2025/2026. Sanksi FIFA itu diduga terkait masalah tunggakan gaji pemainnya.
Dilihat di laman resmi FIFA, PSM Makassar tercantum sebagai daftar klub terhukum. Sanksi itu tercatat untuk PSM berlaku pada Jumat, 22 Mei 2026. Sanksi FIFA bakal menyulitkan Juku Eja untuk mempersiapkan skuad musim depan.
Pasalnya, sanksi itu membuat PSM dilarang melakukan transfer pemain selama 3 periode. Juku Eja dipastikan tidak bisa mendaftarkan pemain yang akan diperpanjang masa kontraknya. Pasukan Ramang juga bakal kesulitan mendatangkan tim pelatih baru.
Sanksi FIFA itu muncul setelah PSM menuntaskan kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Misi untuk membenahi skuad menjelang musim depan pun akan sulit terwujud. PSM wajib menuntaskan sanksi itu jika ingin membenahi skuad.
Hingga saat ini, pihak manajemen PSM Makassar belum merespons terkait sanksi FIFA tersebut. Media Officer PSM, Sulaiman Karim dan Manajer PSM, Nur Fajrin belum memberikan tanggapan terkait sanksi FIFA tersebut.
Untuk diketahui, PSM sudah keenam kalinya mendapatkan sanksi banned FIFA sepanjang musim 2025/2026. Badai sanksi musim ini pertama kali menghantui kubu Juku Eja pada tanggal 8 Oktober 2025 yang lalu.
Hukuman pembuka ini diduga kuat berakar dari sengketa finansial dengan mantan pelatih mereka, Bernardo Tavares. Hingga akhirnya membuat Bernardo Tavares mundur dari kursi pelatih Pasukan Ramang.
Belum usai urusan dengan Bernardo, FIFA kembali menjatuhkan sanksi kedua kepada manajemen pada 9 Januari 2026. Kali ini, sengketa diduga muncul akibat adanya tunggakan hak mantan pemain asing mereka, Lucas Dias yang hengkang di tengah kompetisi.
Hanya berselang hitungan pekan, PSM kembali masuk dalam daftar klub terhukum FIFA untuk ketiga kalinya pada 29 Januari 2026. Sanksi itu muncul tepat setelah manajemen memperkenalkan striker baru mereka, Luka Cumic, sebagai pengganti Abu Kamara.
Munculnya sanksi ketiga ini menambah beban berat manajemen di tengah ketatnya persaingan kompetisi Super League. Kondisi tersebut mengisyaratkan adanya kewajiban finansial yang belum beres meski klub tetap melakukan aktivitas transfer.
Memasuki bulan Maret, situasi finansial tim semakin pelik dengan turunnya sanksi keempat pada tanggal 9 Maret 2026. Hukuman ini diduga dipicu oleh masalah sengketa dengan Tomas Trucha yang statusnya sedang dievaluasi oleh manajemen.
Kesimpulan, PSM Makassar harus segera menyelesaikan masalah tunggakan gaji pemainnya untuk menghindari sanksi lebih lanjut dari FIFA. Dengan demikian, PSM dapat mempersiapkan skuad yang kuat untuk musim depan dan meningkatkan kemampuan mereka di kompetisi Super League.











