BERITA

Kecelakaan Kereta Api Mengancam Keselamatan, Pemerintah Segera Evaluasi

×

Kecelakaan Kereta Api Mengancam Keselamatan, Pemerintah Segera Evaluasi

Share this article
Kecelakaan Kereta Api Mengancam Keselamatan, Pemerintah Segera Evaluasi
Kecelakaan Kereta Api Mengancam Keselamatan, Pemerintah Segera Evaluasi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Beberapa kejadian kecelakaan kereta api belakangan ini telah menyita perhatian masyarakat dan pemerintah. Salah satu kejadian yang paling menghebohkan adalah insiden di mana petugas penjaga pintu perlintasan kereta api (JPL) Mengkreng, Kabupaten Kediri, diduga tertidur saat kereta api melintas, sehingga hampir menyebabkan kecelakaan besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa insiden tersebut harus menjadi momentum penting untuk memitigasi potensi bahaya human error di jalur kereta api. Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan flyover di kawasan Mengkreng yang sudah digagas hampir 20 tahun kini sudah saatnya direalisasikan.

Menurut Emil, persoalan utama bukan semata-mata karena petugas diduga tertidur, melainkan adanya potensi human error yang sewaktu-waktu dapat memicu kecelakaan. Ia juga mencontohkan kasus serupa di Magetan pada tahun lalu yang juga dipicu kesalahan petugas perlintasan saat membuka palang karena mengira tidak ada kereta yang akan melintas.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Denny Michels Adlan, mengatakan bahwa insiden di JPL Mengkreng menjadi perhatian Kementerian Perhubungan. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas menjaga perlintasan sebidang.

Denny menjelaskan bahwa penambahan jumlah petugas diperlukan agar pola kerja bergilir atau shifting dapat diterapkan secara lebih baik. Selain itu, pihaknya akan mengkaji pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem pengamanan perlintasan sebidang.

Dalam insiden lainnya, mobil dinas Brimob telah tertabrak kereta api di perlintasan sebidang wilayah Argosari, Sedayu, Kabupaten Bantul. Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi mobil dinas tersebut tidak menyadari adanya kereta api yang mendekat.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyatakan bahwa mobil dinas tersebut melaju dari arah selatan dan hendak melintasi rel, namun pengemudi diduga tidak menyadari KA Bandara yang sudah mendekat, sehingga tabrakan tak dapat dihindari.

Perlintasan di Dusun Tapen itu belum dilengkapi palang pintu otomatis yang berfungsi, hanya ada pos perlintasan yang sudah berdiri tapi belum dijaga petugas. Fasilitas tersebut rencananya baru mulai beroperasional pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Kecelakaan-kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang kereta api masih menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu, pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang untuk mencegah kecelakaan yang lebih parah di masa depan.

Dengan demikian, diharapkan keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat jalur kereta api. Pemerintah juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *