Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juli 2026 | Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, yang merupakan sekutu dekat mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, akan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Jumat. Keputusan ini diambil setelah Hasina mengumumkan rencananya untuk kembali ke Bangladesh dan menghadapi persidangan.
Shahabuddin telah menjadi presiden sejak 2023 dan merupakan satu-satunya tokoh konstitusional dari pemerintahan Awami League yang masih menjabat setelah Hasina dilengserkan dalam unjuk rasa mahasiswa pada 2024. Ia akan mengundurkan diri beberapa hari setelah Hasina mengumumkan rencananya untuk kembali ke Bangladesh, di mana ia akan menghadapi hukuman mati karena perannya dalam menumpas unjuk rasa mahasiswa.
Menurut sumber-sumber, Shahabuddin akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Parlemen, Hafiz Uddin Ahmad, yang akan kembali ke Bangladesh pada hari Jumat setelah menjalani perawatan medis di Thailand. Setelah pengunduran diri Shahabuddin, Ketua Parlemen akan menjadi presiden sementara hingga pemilihan presiden baru dilakukan sesuai dengan Konstitusi Bangladesh.
Pengunduran diri Shahabuddin ini diyakini akan memperburuk situasi politik di Bangladesh, yang sudah tegang sejak unjuk rasa mahasiswa pada 2024. Kembalinya Hasina ke Bangladesh juga diperkirakan akan menimbulkan ketegangan lebih lanjut, karena ia akan menghadapi persidangan dan kemungkinan hukuman mati.
Dalam beberapa hari terakhir, tekanan telah meningkat pada pemerintah untuk membersihkan sisa-sisa sekutu Hasina dari jabatan tinggi. Shahabuddin telah menjadi target tekanan ini, karena ia dianggap sebagai salah satu sekutu Hasina yang paling setia.
Kesimpulan, pengunduran diri Mohammed Shahabuddin sebagai Presiden Bangladesh menandai awal dari babak baru dalam politik Bangladesh. Kembalinya Sheikh Hasina ke Bangladesh dan pengunduran diri Shahabuddin akan memperburuk situasi politik yang sudah tegang, dan memperkirakan akan terjadi perubahan besar dalam pemerintahan dan politik di negara tersebut.











