Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Agustus 2026 | Cadangan emas Indonesia diperkirakan akan melampaui India dan Singapura, hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. Ia mengungkapkan bahwa potensi komoditas emas di dalam negeri sangat besar, termasuk cadangan emas yang dikelola Pegadaian mencapai USD20 miliar.
Nilai ETF global mencapai USD4.047 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai penyumbang terbesar sebesar USD526 miliar, diikuti oleh China dengan USD45 miliar, dan India dengan USD17,5 miliar. Airlangga optimistis bahwa Indonesia dapat melampaui India dan Singapura dalam hal cadangan emas.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menekankan tiga hal penting berkaitan dengan pengembangan pasar modal ke depan. Pertama, perlunya melakukan pendalaman pasar modal dengan perluasan basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
Kedua, memperkuat ekosistem emas nasional dengan menghubungkan kegiatan usaha bullion (bank emas) yang telah dirintis sejak 2023 dengan ekosistem pasar modal. Ketiga, inovasi harus selalu berjalan bersama integritas, karena ETF emas memiliki aset dasar berupa emas fisik, tata kelola, transparansi penyimpanan, valuasi hingga perlindungan investor menjadi kunci utama keberlanjutan produk tersebut.
Sementara itu, Pertamina melihat Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, sebagai aset migas yang masih menyimpan peluang untuk menghasilkan tambahan minyak dan gas bumi, serta mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia. Langkah ini diambil karena Jawa Timur merupakan salah satu basis industri nasional, sehingga semakin dekat sumber energi dengan konsumen industri, semakin besar peluang menjaga keandalan pasokan sekaligus membuat rantai pasok energi lebih efisien.
Di sisi lain, Rusia telah menjual sebagian besar cadangan emas sepanjang 2026 sebagai upaya menggalang dana untuk menutup defisit anggaran yang besar. Cadangan emas Rusia tercatat 73,4 juta troy ounce atau 2.282 metrik ton per awal Juli, menunjukkan penurunan sekitar 43,5 MT sejak awal 2026.
Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan cadangan emas dan menjadi salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Namun, perlu diingat bahwa pengelolaan cadangan emas harus dilakukan dengan baik dan bijak, agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi negara dan masyarakat.









