Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juli 2026 | Musim kemarau 2026 diprediksi memiliki karakteristik yang hampir sama dengan musim kemarau 2023, yang ditandai dengan kemunculan embun upas di kawasan Dieng. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto, menjelaskan bahwa suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.
Peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.
BMKG juga mengimbau wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas untuk mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tetap hangat selama berada di kawasan Dieng.
Selain itu, jalur alternatif menuju Dieng, yaitu Jalur Candiroto–Tambi, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jalur ini menyuguhkan pemandangan super memanjakan mata dan merupakan rute tercantik menuju Dieng.
Dengan demikian, Dieng siap menyambut musim kemarau 2026 dengan fenomena embun upas yang lebih sering dan pemandangan alam yang memukau.











