Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Mei 2026 | Jogja selalu punya cara untuk membuat orang ingin kembali lagi. Kota ini menyimpan banyak sudut yang tidak pernah benar-benar habis untuk dijelajahi meski sudah berkali-kali dikunjungi. Namun, kalau setiap trip ke Jogja selalu berakhir di rute yang sama, wajar kalau lama-lama terasa membosankan.
Long weekend adalah kesempatan yang pas untuk mengeksplorasi sisi Jogja yang jarang masuk ke dalam feed wisatawan pada umumnya. Tiga hari cukup untuk menyusun perjalanan yang jauh lebih berkesan daripada sekadar foto di depan gerbang Malioboro.
Mulai hari pertama dengan sarapan di dalam Pasar Ngasem, bukan sekadar lewat di depannya. Di lantai dasar pasar ini ada banyak penjual gudeg, bubur ayam, dan jajanan tradisional yang sudah buka sejak subuh. Suasananya otentik dan harganya jauh lebih terjangkau dibanding kafe-kafe.
Setelah sarapan, arahkan langkah ke Kotagede. Kawasan ini adalah bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam dan punya warisan arsitektur yang luar biasa. Jalan-jalan kecilnya dipenuhi rumah joglo tua, pabrik perak aktif yang bisa dikunjungi, serta Masjid Kotagede yang konon jadi salah satu masjid tertua di Pulau Jawa.
Menjelang sore hari, arahkan perjalanan ke Imogiri, sekitar 17 kilometer di selatan pusat kota. Di sini ada kompleks pemakaman raja-raja Mataram yang dibangun di atas bukit dan masih aktif diziarahi hingga sekarang. Pemandangan dari atas bukit ini juga sangat indah, terutama saat mendekati sore hari ketika cahayanya mulai keemasan.
Turun dari Imogiri, kembali ke kota dan habiskan malam di kawasan Alun-Alun Kidul. Berbeda dengan Alun-Alun Utara yang lebih ramai dan komersial, suasana di sini lebih santai dan terasa lebih lokal. Coba nongkrong di warung angkringan sekitarnya sambil menikmati wedang ronde atau susu jahe hangat sebelum istirahat.
Untuk hari kedua, siapkan diri untuk bangun lebih awal karena tujuannya adalah sunrise di Bukit Panguk Kediwung di kawasan Dlingo, Bantul. Perjalanan dari pusat kota sekitar satu jam dan sebaiknya berangkat sebelum pukul 05.00 pagi supaya tidak ketinggalan momen terbaik. Lokasi ini menawarkan pemandangan awan di antara perbukitan yang terasa sangat berbeda dari spot-spot populer lainnya.
Kesimpulan dari itinerary ini adalah, Jogja memiliki banyak sekali destinasi wisata yang menarik dan unik. Dengan menyusun perjalanan yang tepat, kita dapat mengeksplorasi sisi Jogja yang jarang dikunjungi wisatawan dan membuat liburan kita menjadi lebih berkesan.











