Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juli 2026 | Indonesia berisiko tertinggal dalam persaingan menarik investasi infrastruktur AI ketika Singapura dan Malaysia mempercepat pembangunan koridor digital Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Koridor ini menggabungkan keunggulan Singapura sebagai pusat konektivitas dan layanan digital, dengan ketersediaan lahan, listrik, dan kapasitas pembangunan di Johor, sehingga semakin menarik bagi investor hyperscale dan penyedia layanan AI.
Di sisi lain, Indonesia baru menyepakati studi bersama dengan Singapura untuk mengembangkan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat digital dan data center. Sejumlah investasi memang telah berjalan di Batam, namun pelaku industri menilai dua hingga tiga tahun ke depan menjadi periode penentu apakah Indonesia mampu menjadi pilar ketiga dalam koridor digital Singapura-Johor-BBK atau hanya menjadi pasar bagi teknologi AI yang infrastrukturnya dibangun di negara lain.
Persaingan itu tidak lagi semata-mata soal membangun pusat data. Investor kini mempertimbangkan kesiapan seluruh ekosistem, mulai dari pasokan listrik berkapasitas besar, energi rendah karbon, konektivitas kabel bawah laut, kemudahan perizinan, hingga pengembangan semikonduktor dan talenta digital. Negara yang mampu menyediakan seluruh komponen itu lebih cepat akan menjadi tujuan utama investasi AI global.
Riset bertajuk Powering the Future: Advancing Green Data Centers in Indonesia (2026) menunjukkan kapasitas pusat data Indonesia sekitar 456 megawatt (MW), jauh di bawah Singapura 1,4 gigawatt (GW) lebih dan Malaysia 1,3 GW. Konsorsium yang mencakup Microsoft, Tata Communications, Singapore Telecommunications, juga tengah membangun kabel bawah laut I-2SEA sepanjang 3.600 km yang menghubungkan India dengan Malaysia dan Singapura untuk mendukung beban kerja AI, cloud, dan hyperscale.
Merujuk pada TeleGeography, Singapura memiliki jaringan kabel bawah laut internasional yang sangat padat dan terhubung langsung ke berbagai pusat data global di Asia, Amerika, dan Eropa: Sementara Malaysia, khususnya Johor, menjadi lokasi pembangunan kapasitas komputasi berskala besar. Malaysia menyetujui sekitar RM 114,7 miliar investasi data center pada periode 2021–2023, termasuk Microsoft US$ 2,2 miliar, Google US$ 2 miliar, dan Oracle US$ 6,5 miliar.
Menyikapi keunggulan kedua tetangga itu, Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menilai posisi Indonesia saat ini adalah penantang dengan potensi besar, tetapi belum menjadi pilihan pertama dalam hal kecepatan pembangunan dan kemudahan eksekusi. “Windows of opportunity-nya sempit. Menurut saya, dua sampai tiga tahun ke depan akan sangat menentukan posisi regional Indonesia,” katanya.
Batam menjadi aset yang paling dekat dengan garis depan persaingan JS-SEZ. Proyek DayOne bersama Indonesia Investment Authority di Batam memperoleh pembiayaan Rp 6,7 triliun untuk pembangunan tiga pusat data dengan kapasitas total 72 MW. Microsoft pun membuka region cloud Indonesia Central sebagai bagian dari komitmen investasi US$ 1,7 miliar.
Pertemuan Tingkat Menteri Keenam Kelompok Kerja Sama Ekonomi Bilateral Indonesia-Singapura tanggal 9 Juni 2026, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor teknologi dan melakukan studi bersama pengembangan BBK sebagai pusat digital dan data center, dengan sorotan khusus pada proyek-proyek di Batam dan Bintan.
Dalam konteks lain, TNI AU menjelaskan alasan pesawat militer Singapura atau RSAF melintas di langit Indonesia. Pesawat itu disebut mengangkut delegasi dari TNI AU dan RSAF. Penjelasan itu disampaikan TNI AU untuk menjawab salah satu pengguna X yang bertanya kenapa pesawat RSAF tidak dihadang saat melintasi Indonesia.
TNI AU mengatakan tidak semua pesawat militer asing merupakan ancaman. “Kenapa harus dihadang? Jadi begini, pesawat milik RSAF ini sedang membawa delegasi TNI AU dan RSAF yang sedang melaksanakan program exchange officer atau saling berkunjung seperti berita yang baru saja Airmin posting,” tulis TNI AU di akun X resminya.
TNI AU mengatakan pesawat militer Indonesia juga sering melintasi negara lain untuk tujuan damai, seperti membawa bantuan ke Gaza, Palestina. TNI AU menyebut pesawat militer asing dapat melintas selama ada izin. “Tidak semua pesawat militer asing yang masuk negara kita merupakan sebuah ancaman, demikian pula pesawat militer kita yang melewati berbagai negara untuk sampai ke Gaza. Selama ada izin dan dimonitor pergerakannya, maka pesawat-pesawat militer negara manapun bisa lewat wilayah udara kita,” ujar TNI AU.
Di lain pihak, WN Singapura yang bernama MZ (26) ditangkap polisi setelah diduga membunuh kekasihnya, AS (26), di sebuah kamar kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Korban diduga tewas setelah dicekik selama sekitar 15 menit. Setelah itu, jasadnya disembunyikan di dalam kamar dan ditutupi boneka serta karpet.
Terpisah dari itu, mantan Presiden Singapura, Madam Halimah Yacob, yang bertindak sebagai Patron Harmony in Diversity Award, secara resmi membuka penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award Ceremony di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026. Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan bahwa keharmonisan di tengah keberagaman bukanlah sebuah keniscayaan yang terjadi dengan sendirinya, melainkan butuh upaya nyata untuk dipertahankan.
Di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD). Di Pulang Pisau ditemukan tujuh kasus dalam periode Mei hingga akhir Juni 2026. Kepala Dinkes Pulang Pisau, dr Ellyana, mengungkapkan bahwa kasus tersebut mayoritas menyerang anak-anak, terutama balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus.
Kesimpulan, Indonesia harus segera meningkatkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem digital untuk dapat bersaing dalam persaingan global, terutama dalam hal pengembangan pusat data dan teknologi AI. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisinya sebagai salah satu pusat digital di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saingnya dalam kancah global.











