Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juni 2026 | China terus memperkuat kemampuan militernya dengan mengembangkan pesawat tempur siluman J-20 Mighty Dragon dan J-10. J-20 merupakan pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan untuk meningkatkan daya tempur Angkatan Udara China.
Kehadiran J-20 kini kerap dibandingkan dengan F-35 Lightning II milik Amerika Serikat. Sejumlah pengamat bahkan menilai pesawat tersebut telah menjadi salah satu rival utama jet tempur andalan Washington.
Salah satu keunggulan yang paling banyak disorot adalah teknologi silumannya. J-20 disebut membuat radar pesawat peringatan dini E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS kesulitan mendeteksinya.
J-20 dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation dan resmi memperkuat Angkatan Udara China sejak 2017. Pesawat ini memiliki panjang lebih dari 20 meter dengan bentang sayap sekitar 13,5 meter.
Ukurannya yang besar memungkinkan J-20 membawa bahan bakar lebih banyak sekaligus menyimpan persenjataan di ruang senjata internal. Meski begitu, J-20 masih efektif untuk mempertahankan karakteristik silumannya.
China kini menggunakan mesin WS-10C buatan dalam negeri, sembari mengembangkan mesin WS-15 yang diproyeksikan mampu membuat J-20 terbang supersonik tanpa afterburner.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga mempercepat penguatan armada tempur generasi kelima melalui F-35. Berdasarkan proyeksi Lockheed Martin, sekitar 450 unit F-35 diperkirakan akan beroperasi di kawasan Eropa pada 2030.
Sementara itu, armada J-20 dilaporkan telah melampaui 300 unit, dan sejumlah analis memperkirakan jumlahnya dapat mendekati 1.000 pesawat pada akhir dekade ini apabila laju produksi saat ini terus dipertahankan.
Perkembangan ini menunjukkan rivalitas J-20 dan F-35 tidak lagi sekadar membandingkan pesawat mana yang memiliki teknologi siluman, sensor, atau kemampuan tempur. Persaingan kini memasuki fase baru berupa “numbers race”, yakni perlombaan membangun armada pesawat tempur generasi kelima dalam jumlah besar.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Indo-Pasifik dan Eropa, jumlah pesawat yang siap diterbangkan dipandang semakin menentukan keseimbangan kekuatan udara, sama pentingnya dengan keunggulan teknologi yang dibawa masing-masing platform.
Kesimpulan, Chengdu J-10 dan J-20 merupakan contoh kemajuan teknologi pesawat tempur siluman China yang mengancam keunggulan Amerika. Dengan kemampuan silumannya yang canggih, J-20 menjadi salah satu rival utama F-35 Lightning II milik Amerika Serikat.









