Viral

Bigmo Akhirnya Buka Suara soal Azizah Salsha, Netizen Terkejut Setelah Viral Dijodohkan

×

Bigmo Akhirnya Buka Suara soal Azizah Salsha, Netizen Terkejut Setelah Viral Dijodohkan

Share this article
Bigmo Akhirnya Buka Suara soal Azizah Salsha, Netizen Terkejut Setelah Viral Dijodohkan
Bigmo Akhirnya Buka Suara soal Azizah Salsha, Netizen Terkejut Setelah Viral Dijodohkan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Sejumlah netizen yang selama berminggu‑minggu memparodikan pertemuan dua selebgram, Muhammad Jannah atau yang lebih dikenal sebagai Bigmo, dengan mantan istri pesepakbola Pratama Arhan, Azizah Salsha, kini mendapatkan jawaban resmi. Pada Senin (13/4/2026) di kawasan Kebayoran Baru, Bigmo mengungkapkan langkah‑langkah yang ia ambil di balik layar untuk memperoleh maaf keluarga Salsha dan menepis spekulasi seputar dugaan pencemaran nama baik.

Kasus bermula ketika Bigmo mempublikasikan konten yang dianggap menyebarkan hoaks dan fitnah terhadap Azizah. Zize, keluarga besar yang mengelola nama baik Salsha, segera mengajukan laporan ke Bareskrim Polri. Akibatnya, Bigmo tidak hanya menghadapi tekanan hukum, melainkan juga sorotan publik yang intens. Pada tahap itu, ia mengakui perasaan terbebani dan gelisah karena tindakannya telah melukai perasaan keluarga Zize.

Sejak awal, Bigmo menegaskan pentingnya konsistensi dalam meminta maaf. “Selama dua‑tiga bulan kasus ini berlangsung, saya terus‑menerus meminta maaf dan mengoreksi fakta yang tidak akurat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa permintaan maaf bukan sekadar pernyataan verbal, melainkan harus disertai tindakan nyata.

Langkah pertama yang diambil adalah penghentian aktivitas streaming selama satu bulan penuh. Bigmo menjelaskan, “Bukan karena ada suruhan, melainkan rasa tidak etis bila terus bersenang‑senang saat berada di posisi bersalah.” Ia menilai bahwa penghentian tersebut memberikan ruang refleksi diri serta menunjukkan rasa hormat kepada pihak yang dirugikan.

Selain itu, Bigmo berupaya menyalurkan pesan permintaan maaf melalui jaringan pertemanan bersama Azizah. “Saya menghubungi teman‑teman dekatnya, bahkan beberapa mutual friends yang juga kenal Kak Zize, agar pesan maaf saya dapat tersampaikan secara personal,” katanya. Upaya ini, menurutnya, membuka jalur komunikasi yang lebih hangat dan mengurangi jarak emosional antara kedua belah pihak.

Proses perdamaian mencapai puncaknya ketika laporan resmi dicabut. Pertemuan hangat di kantor sekretariat keluarga Minang menandai momen penting; di sana Bigmo menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan orangtua Azizah. Ia menegaskan, “Saya belajar bahwa keberanian mengakui kesalahan jauh lebih berharga daripada mempertahankan ego.” Bagi Bigmo, diterimanya maaf keluarga Salsha merupakan “keuntungan yang sangat besar dibandingkan materi.”

Selama masa konflik, Bigmo juga menahan diri dari aktivitas yang dapat menambah kontroversi. Ia menolak tuduhan bahwa ia menyinggung Marapton Reza Arap, menegaskan bahwa komentar yang terdengar kritis sebenarnya merupakan bentuk pujian. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah media menyoroti dugaan keterlibatan Bigmo dalam perdebatan lain.

Pengakuan Bigmo mencakup pula refleksi tentang popularitas yang didapat dari menjatuhkan orang lain. “Popularitas yang datang dari menjatuhkan tidak akan bertahan lama,” ia menyatakan. Setelah proses perdamaian, Bigmo berkomitmen kembali berkarya dengan semangat positif dan kebijaksanaan dalam bersosial media.

Kasus ini menegaskan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. Netizen yang awalnya mengolok‑olok “jodoh” antara Bigmo dan Azizah kini menyaksikan proses pertanggungjawaban publik yang lebih matang. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran bagi para konten kreator: kejujuran, konsistensi, dan empati menjadi kunci utama dalam mengelola krisis reputasi.

Ke depan, Bigmo berjanji akan lebih selektif dalam membuat konten, mengutamakan verifikasi fakta, dan menjaga etika digital. Sementara itu, keluarga Salsha menyatakan bahwa mereka menghargai langkah‑langkah konkret yang diambil dan berharap agar semua pihak dapat melanjutkan kehidupan masing‑masing tanpa beban masa lalu.

Dengan berakhirnya konflik ini, media sosial kembali dipenuhi spekulasi baru, namun pelajaran yang diambil dari kasus Bigmo‑Azizah diharapkan menjadi contoh bagi publik dalam menangani sengketa daring secara dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *