Bencana Alam

Tragedi Hanyut Sungai Bulango: 2 Bocah Hilang, Keluarga Curiga, dan Tim SAR Bergulir

×

Tragedi Hanyut Sungai Bulango: 2 Bocah Hilang, Keluarga Curiga, dan Tim SAR Bergulir

Share this article
Tragedi Hanyut Sungai Bulango: 2 Bocah Hilang, Keluarga Curiga, dan Tim SAR Bergulir
Tragedi Hanyut Sungai Bulango: 2 Bocah Hilang, Keluarga Curiga, dan Tim SAR Bergulir

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Tim SAR Gorontalo berhasil menemukan dua bocah yang hanyut di Sungai Bulango pada Selasa (21/4/2026) setelah pencarian intensif selama 24 jam. Kedua anak, masing-masing berusia 5 dan 6 tahun, dilaporkan hilang pada Senin malam setelah bermain di tepi sungai yang sedang meluap akibat hujan lebat di wilayah Bone Bolango.

Menurut keterangan saksi, kedua bocah bersama seorang teman bermain air di tepi sungai sekitar pukul 19.30 WIB. Saat arus semakin deras, salah satu anak terjatuh dan terdorong ke tengah aliran. Temannya berusaha menolong, namun arus yang kuat membuat upaya tersebut gagal. Seorang warga setempat kemudian melaporkan insiden melalui call center BPBD Gorontalo, memicu respons cepat tim gabungan yang meliputi BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, serta relawan lokal.

Operasi penyelamatan dimulai pada dini hari dengan menggunakan perahu karet dan alat penyelamat lainnya. Tim menelusuri aliran sungai dari Jembatan Gantung Bulango hingga Jembatan Bojong Depok Baru, menempuh jarak lebih dari tiga kilometer. Pada pukul 07.30 WIB keesokan harinya, dua jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke pos SAR untuk proses identifikasi.

Selama proses pencarian, keluarga korban mengungkapkan kecurigaan mengenai penyebab tragedi. Ayah salah satu anak mengaku sempat melihat dua orang tak dikenal di sekitar sungai pada hari kejadian, namun tidak ada bukti yang cukup untuk menguatkan dugaan tersebut. Keluarga menegaskan bahwa kedua anak memang sering bermain di tepi sungai, namun tidak pernah menyeberang ke daerah yang berbahaya tanpa pengawasan orang dewasa.

Kasus ini mengingatkan pada beberapa insiden serupa di Indonesia, termasuk kasus bocah 6 tahun yang hanyut di Sungai Ciliwung Bogor pada 20 April 2026 serta tragedi ABG yang tenggelam saat berselancar di Pantai Parangtritis. Pada masing-masing kasus, tim SAR berkoordinasi lintas sektoral, menggunakan perahu karet, pelampung, serta perlengkapan medis untuk mempercepat proses penyelamatan.

Berikut rangkaian tindakan tim SAR dalam penanganan kasus hanyut Sungai Bulango:

  • 07.00 WIB: Tim menerima laporan melalui call center BPBD.
  • 07.30 WIB: Tim SAR, Basarnas, dan pemadam kebakaran berangkat ke lokasi dengan perahu karet.
  • 08.15 WIB: Penyisiran dimulai dari hulu ke hilir, memeriksa area sekitar 3 km.
  • 12.00 WIB: Penemuan dua jenazah, proses evakuasi ke pos SAR.
  • 13.30 WIB: Identifikasi korban dan pemberitahuan resmi kepada keluarga.

Selain upaya penyelamatan, pihak berwenang juga melakukan kajian cepat (quick assessment) untuk menilai potensi bahaya lanjutan, termasuk risiko longsor dan banjir bandang di wilayah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi dalam 24 jam terakhir meningkatkan volume aliran sungai secara signifikan, sehingga memperbesar risiko kejadian serupa.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo, H. Rizal, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan air bagi masyarakat, terutama anak-anak. “Kita harus meningkatkan kesadaran akan bahaya arus kuat dan menyediakan fasilitas pengaman di titik-titik rawan,” ujarnya. Pemerintah daerah berencana memasang papan peringatan dan memperkuat pengawasan di area sungai yang sering dikunjungi warga.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan warga Gorontalo. Media sosial dipenuhi doa dan dukungan untuk keluarga korban. Sementara itu, penyelidikan lanjutan akan terus digali untuk mengungkap apakah ada faktor eksternal lain yang memicu tragedi, termasuk potensi tindakan kriminal.

Dengan adanya penemuan jenazah dan proses identifikasi yang selesai, fokus kini beralih pada pemulihan psikologis keluarga dan upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta menyediakan sarana keselamatan yang memadai di sepanjang sungai-sungai berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *