Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih menantikan hasil kajian menyeluruh dari tim ahli sebelum memutuskan status tanggap darurat bencana khusus untuk penanganan lanjutan fenomena kemunculan api misterius di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum ada kepastian ilmiah mengenai penyebab munculnya api yang telah terjadi lebih dari 90 kali sejak Jumat, 23 Mei 2026.
Penanganan fenomena ini melibatkan tim gabungan lintas instansi, termasuk para pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Analisis difokuskan pada kemungkinan faktor pemicu kebakaran, baik dari unsur gas, kondisi geologi, maupun aspek lingkungan lainnya. Hasil kajian nantinya akan dirumuskan sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan status tanggap darurat khusus.
BPBD Sleman bersama instansi terkait telah menjalankan berbagai langkah penanganan, termasuk penyiagaan respons cepat dengan menyediakan unit pemadam kebakaran dan tim relawan yang siaga di lokasi kejadian. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan psikologis melalui Dinas Kesehatan bagi keluarga yang mengalami trauma.
Muftiana, pemilik rumah, mengaku masih diliputi rasa cemas. Ia dan keluarganya terpaksa berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran susulan yang sewaktu-waktu dapat menghanguskan perabotan rumah tangga mereka.
Kami berharap hasil penelitian segera keluar agar ada kepastian. Harapan kami hanya satu, bisa kembali tinggal dengan tenang tanpa rasa takut, tutur Muftiana.
Kesimpulan dari fenomena api misterius di Sleman ini menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli. Dengan demikian, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani hidup dengan aman dan nyaman.











