Bencana Alam

Tragedi KM Nurul Salsa: Kisah Pilu dan Pengorbanan di Laut

×

Tragedi KM Nurul Salsa: Kisah Pilu dan Pengorbanan di Laut

Share this article
Tragedi KM Nurul Salsa: Kisah Pilu dan Pengorbanan di Laut
Tragedi KM Nurul Salsa: Kisah Pilu dan Pengorbanan di Laut

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juli 2026 | Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menyisakan kisah pilu dan pengorbanan yang mengharukan. Kapal yang membawa 78 penumpang tersebut tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 05.00 WITA, pada posisi 43 nautical mil dari Pelabuhan Benteng.

Salah satu kisah pilu yang viral adalah tentang kakek Umar (80) yang merelakan pelampung terakhir untuk cucunya, Naura (13), di detik-detik terakhir sebelum kapal tenggelam. Munawir (51), saksi hidup pengorbanan Umar, bercerita bahwa Naura kehilangan kakeknya sesaat setelah mereka melompat ke laut ketika kapal tenggelam.

Di tengah terjangan gelombang tinggi hingga tiga meter, lima orang penumpang berhasil lolos dari maut usai empat hari empat malam mengapung di atas selembar gabus bekas. Uniknya, secercah harapan keselamatan itu datang dari benda tak terduga, pantulan kilat cermin makeup kecil.

Selain itu, nelayan menemukan jenazah terapung di wilayah perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang diduga merupakan korban tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa. Tim SAR Gabungan mengevakuasi satu jenazah di duga korban KM Nurul Salsa ke atas kapal usai ditemukan nelayan mengapung di laut sekitar Pulau Pamulikang.

Operasi SAR hari ketujuh tetap dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian sesuai perencanaan operasi. Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian di hari ketujuh ini dengan memperluas area operasi menjadi 2.924 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU).

Kisah pilu dan pengorbanan di atas menjadi bukti bahwa tragedi KM Nurul Salsa tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya persiapan dan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama di laut. Semoga para korban dan keluarga mereka dapat mendapatkan penanganan dan dukungan yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *