Bencana Alam

Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Banjir Rob, Siklon Tropis, dan Angin Kencang

×

Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Banjir Rob, Siklon Tropis, dan Angin Kencang

Share this article
Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Banjir Rob, Siklon Tropis, dan Angin Kencang
Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Banjir Rob, Siklon Tropis, dan Angin Kencang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada periode 9–22 Juli 2026. Peringatan ini muncul karena adanya kombinasi fenomena Bulan perigee dan fase Bulan baru (new moon) yang diperkirakan terjadi pada 14 Juli 2026.

Banjir rob diprediksi akan terjadi di 18 wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Selain banjir rob, BMKG juga memprediksi cuaca cerah hingga berawan di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 11 Juli 2026. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu kebakaran.

Siklon Tropis Bavi yang bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia juga memicu induksi pembentukan yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Provinsi Papua Selatan.

BMKG juga memberikan perhatian khusus bagi sektor transportasi dan warga di Kota Padang, Sumatera Barat, akibat adanya potensi kemunculan cuaca kabut atau partikel asap kering yang dapat mengganggu jarak pandang.

Prakiraan cuaca di Sulawesi Barat pada Jumat, 10 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Potensi angin kencang diperkirakan terjadi pada pagi hari di wilayah pesisir Kabupaten Majene.

Suhu udara di Sulawesi Barat berkisar antara 17 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 90 persen. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ini memerlukan kesiapsiagaan yang tinggi dari masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, penting untuk memantau prakiraan cuaca terbaru dan mengikuti instruksi dari BMKG dan pemerintah setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *