Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juli 2026 | WhatsApp akhirnya merilis fitur username setelah perencanaan bertahun-tahun. Fitur ini memungkinkan pengguna mengambil nama unik berawalan @ sebagai identitas utama, sehingga bisa memulai percakapan dengan orang baru tanpa perlu membagikan nomor telepon pribadi.
Namun, perilisan fitur ini pun mulai memunculkan kekhawatiran soal penipuan. Pada awal minggu ini, Meta membuka sistem pemesanan untuk sekitar 3 miliar pengguna untuk mengamankan username unik. Fitur ini, yang diperkirakan akan resmi meluncur tahun ini, membuatnya menjadi aplikasi yang mengutamakan username dan bukan nomor telepon seperti sejak peluncuran aplikasi ini pada 2009.
Meskipun demikian, nomor telepon akan tetap digunakan untuk menggunakan aplikasi ini. Meta, perusahaan induk WhatsApp menggambarkan perubahan ini sebagai peningkatan, terutama bagi merek dan tokoh terkenal yang ingin mempertahankan konsistensi di berbagai platform.
Perusahaan juga menyebutkan bahwa fitur ini akan memberi manfaat keamanan, sebagaimana pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor telepon mereka kepada orang lain. Namun, terdapat kekhawatiran yang bermunculan mengenai penipu yang akan menyalahgunakan fitur tersebut atau bahkan mungkin sudah ada.
Anders Larsson, mantan eksekutif teknologi dan tokoh YouTube, via platform X bertanya kepada WhatsApp secara gamblang mengenai rencananya dalam menghadapi calon penipu yang akan menggunakan username tokoh terkenal (dengan merek dagang terdaftar) untuk menipu orang lain begitu fitur ini diluncurkan.
Akun resmi WhatsApp pun membalas postingan tersebut dengan mengatakan, “Nama tokoh terkenal hanya dimiliki pemilik asli yang dapat mengklaimnya sehingga sistem kami bisa mendeteksi dan menghapus potensi peniruan. Selain itu, kreator, bisnis kecil, dan organisasi bisa mengklaim username mereka yang sudah ada di Instagram atau Facebook ke WhatsApp.”
Dalam pernyataan WhatsApp kepada Inc., juru bicaranya menyatakan “Kami sudah menahan nama-nama terkenal seperti tokoh publik, lembaga pemerintah, selebriti, serta akun Meta yang terverifikasi. Dengan demikian, nama-nama tersebut hanya bisa diklaim oleh pemilik aslinya, dan nama-nama duplikat yang mirip dengan nama-nama terkenal juga ditahan, demi terhindar dari peniruan identitas.”
Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India, atau MeitY, minta WhatsApp menunda peluncuran fitur Username di negara tersebut, lantaran khawatir bakal meningkatkan anonimitas sehingga mempermudah penipuan online, phishing, hingga modus digital arrest scam, yang marak di sana.
Somasi MeitY juga menyebut fitur ini berpotensi meningkatkan risiko serangan impersonasi, karena pelaku bisa menghubungi korban tanpa perlu menunjukkan nomor telepon aslinya.
Perdana Menteri Narendra Modi bahkan pernah secara khusus memperingatkan warganya soal modus ini pada Oktober 2024. Selain itu, MeitY juga menyoroti risiko impersonasi terhadap tokoh publik, lembaga keuangan, hingga instansi pemerintah — di mana pelaku bisa membuat username yang mirip nama tokoh atau institusi resmi untuk mengelabui korban.
Fitur Chat Lock dan Secret Code memungkinkan pengguna mengunci sekaligus menyembunyikan percakapan dari daftar chat utama WhatsApp. Fitur tersebut membantu melindungi chat yang bersifat pribadi, pekerjaan, maupun informasi penting agar tidak mudah diakses oleh orang lain.
Dengan kombinasi kedua fitur tersebut, pengguna tidak hanya dapat mengunci percakapan tertentu, tetapi juga menyembunyikannya dari daftar chat utama di WhatsApp.
Untuk menyembunyikan chat WhatsApp menggunakan Secret Code, pengguna dapat mengikuti beberapa langkah. Setelah fitur tersebut diaktifkan, folder Locked Chats tidak lagi muncul pada daftar percakapan WhatsApp.
Kesimpulan, fitur username WhatsApp memang memiliki potensi untuk meningkatkan keamanan dan privasi pengguna, namun juga memiliki risiko penipuan dan impersonasi. Oleh karena itu, pengguna harus berhati-hati dalam menggunakan fitur ini dan mengikuti langkah-langkah keamanan yang tepat untuk melindungi diri dari penipuan.









