Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan khusus untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang Dasarian I Mei 2026. Selama periode 1 hingga 10 Mei, seluruh sepuluh kabupaten/kota di Kaltim diproyeksikan akan mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir, genangan air di jalan, meluapnya sungai, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan otoritas setempat.
Prakiraan cuaca harian menunjukkan variasi kondisi mulai dari berawan tebal hingga hujan ringan di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, Berau, Bontang, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara. Pada sore hari, potensi hujan ringan dapat meningkat, terutama di wilayah Kutai Barat sekitar pukul 17.00 WITA.
Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga memberi penjelasan terkait fenomena awan pelangi yang muncul di Jonggol, Bogor pada 1 Mei 2026. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani menyebut bahwa fenomena tersebut merupakan hasil interaksi cahaya matahari dengan butir‑butir air di atmosfer, dipadu dengan keberadaan awan tipe towering cumulus yang menutupi sebagian spektrum pelangi. Menurutnya, meskipun menimbulkan keindahan visual, awan pelangi tidak menandakan bahaya langsung, melainkan mengindikasikan proses konveksi yang dapat berujung pada hujan lokal.
Secara klimatologis, BMKG mencatat bahwa indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada nilai +0.012 dan indeks El Niño‑Southern Oscillation (ENSO) pada +0.57, keduanya menandakan fase netral. Namun, para ahli memperkirakan ENSO berpotensi beralih ke fase El Niño pada pertengahan Mei hingga Juli 2026, yang dapat menurunkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia dan memperpanjang periode kemarau yang lebih panas.
Data suhu maksimum harian pada akhir April 2026 mengungkapkan lima wilayah dengan suhu tertinggi, mencatat rekor antara 35,6°C hingga 36,3°C. Berikut rangkuman suhu tersebut:
| Wilayah | Suhu (°C) |
|---|---|
| Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara | 36,3 |
| Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten | 36,0 |
| Stamet Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah | 36,0 |
| Stamet Fatmawati Soekarno, Bengkulu | 35,8 |
| Staklim Bengkulu, Bengkulu | 35,6 |
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan bahwa suhu ekstrem ini dipicu oleh kombinasi faktor atmosferik, termasuk laju pemanasan permukaan laut dan kondisi tekanan tinggi di wilayah Asia Tenggara. Prediksi El Niño pada semester kedua 2026 dapat memperparah kondisi panas, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan mengurangi curah hujan.
Secara keseluruhan, BMKG menyerukan kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor di Kaltim, serta mengingatkan agar tidak menyepelekan fenomena atmosferik seperti awan pelangi yang menandakan proses konveksi. Pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana diharapkan meningkatkan koordinasi, memperkuat sistem peringatan dini, serta menyiapkan sarana evakuasi bagi penduduk yang berada di zona berisiko.
Dengan menggabungkan data curah hujan, suhu ekstrem, dan dinamika iklim global, BMKG berupaya memberikan gambaran komprehensif bagi publik agar dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat selama periode kritis ini.











