Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Wolverhampton Wanderers resmi turun ke EFL Championship setelah musim 2025/2026 berakhir dengan 17 poin, menandai kegagalan pertama sejak kembali ke kasta tertinggi pada musim 2018/2019. Kepastian degradasi datang usai West Ham United menahan Crystal Palace 0-0 pada pekan ke-33, sementara Wolves kalah 0-3 dari Leeds United di laga terakhir pekan tersebut. Dengan lima pertandingan tersisa, Wolves tak lagi mampu menyalip batas aman yang ditempati West Ham dengan 33 poin.
Sejak awal musim, performa Wolves berada di zona terbawah. Dari 33 pertemuan, tim asuhan Rob Edwards hanya mencatat tiga kemenangan, delapan hasil imbang, dan dua puluh dua kekalahan. Statistik ini menghasilkan total 17 poin, jauh di bawah rata-rata yang diperlukan untuk bertahan. Jika Wolves memenangkan semua lima laga sisa, poin maksimal yang dapat dicapai hanya 32, masih di bawah angka West Ham.
Direktur Eksekutif interim klub, Nathan Shi, mengakui kesulitan situasi ini. “Konfirmasi degradasi kami adalah momen sulit bagi semua orang yang terkait dengan Wolves,” ujar Shi dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa manajemen telah berupaya keras, namun faktor-faktor seperti cedera pemain kunci dan kehilangan talenta penting menghambat upaya bertahan.
Rob Edwards, yang menggantikan Vítor Pereira pada November 2025, menilai bahwa tim harus memperbaiki konsistensi defensif dan memanfaatkan peluang serangan secara lebih efektif. “Kami memahami apa yang perlu diperbaiki, dan fokus kami sekarang adalah memperkuat klub, membangun momentum, dan menciptakan tim yang dapat dipercaya oleh para pendukung,” ujarnya.
Beberapa faktor internal berkontribusi pada kegagalan ini. Pemain-pemain berkelas seperti Diogo Jota, yang pernah menjadi ujung tombak promosi 2018, telah meninggalkan klub pada bursa transfer 2020. Selain itu, kepergian Raul Jiménez, Ruben Neves, Matheus Cunha, dan Rayan Ait‑Nouri mengurangi kedalaman skuad. Pada musim ini, Wolves hanya mampu mengandalkan beberapa pemain muda dan pemain pinjaman untuk mengisi kekosongan.
Kepergian Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia yang sempat menambah warna pada skuad, juga menjadi sorotan media lokal Indonesia. Meskipun kontribusinya terbatas, kepergian Hubner menambah narasi internasional pada krisis klub.
Berikut rangkuman statistik utama Wolves pada akhir pekan ke-33:
| Statistik | Jumlah |
|---|---|
| Pertandingan | 33 |
| Kemenangan | 3 |
| Imbang | 8 |
| Kekalahan | 22 |
| Poin | 17 |
Dengan degradasi, Wolves harus menyiapkan diri untuk persaingan ketat di Championship. Klub diperkirakan akan menargetkan promosi kembali dalam satu atau dua musim, mengingat infrastruktur Molineux Stadium yang kuat dan basis suporter yang loyal. Namun, tantangan finansial akibat penurunan pendapatan TV dan sponsor menjadi perhatian utama manajemen.
Para pendukung diharapkan tetap setia, mengingat pernyataan Shi yang menekankan pentingnya dukungan fanatik dalam proses pemulihan. “Anda pantas mendapatkan yang lebih baik dan memberi Anda klub yang benar-benar dapat Anda banggakan adalah hal yang mendorong semua yang kami lakukan,” tutupnya.
Secara keseluruhan, degradasi Wolves menandai akhir era delapan musim bertahan di Premier League. Kini klub harus menata kembali strategi transfer, memperkuat akademi, dan membangun mentalitas kompetitif untuk kembali ke puncak sepakbola Inggris.











