Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Timnas U-17 Vietnam menutup kampanye Piala AFF 2026 dengan catatan impresif, mengukir kemenangan telak 4-0 atas Malaysia dan mengamankan poin tambahan lewat hasil imbang melawan Indonesia. Performa ini menegaskan ambisi tim untuk menantang grup kuat pada Piala Asia U-17 2026 yang dijadwalkan di Arab Saudi.
Dalam laga pembuka grup, Vietnam menampilkan serangan cepat dan penetrasi akhir yang tajam, memanfaatkan kelemahan lini belakang Malaysia. Empat gol yang tercipta memperlihatkan kombinasi teknik individu pemain depan dan kerja sama tim yang terlatih. “Kami menampilkan permainan possession yang baik, namun yang terpenting adalah eksekusi akhir yang mematikan,” ujar Gita Suwondo, analis sepak bola nasional, dalam ulasannya di kanal YouTube Nusantara TV.
Laga kedua melawan Indonesia berakhir 0-0 setelah kedua tim saling menahan serangan. Meskipun tidak mencetak gol, Vietnam berhasil menahan tekanan Garuda Muda yang menguasai bola lebih dari 60 persen. “Vietnam bermain disiplin di lini belakang, menutup ruang-ruang krusial dan menunggu peluang balik,” tambah Gita.
Keberhasilan tersebut menjadi tolok ukur bagi pelatih Kurniawan Dwi Yulianto dalam mempersiapkan timnya menjelang Piala Asia U-17. Vietnam kini menatap grup yang disebut “grup gila” bersama China, Jepang, dan Qatar. China, dua kali juara Piala Asia U-17, menjadi tantangan utama. “Kami harus meningkatkan kemampuan finishing di final third, karena penguasaan bola saja tidak cukup,” kata Gita, menekankan pentingnya efektivitas di zona serang.
Sementara itu, Indonesia U-17 yang gagal melaju dari fase grup AFF, berfokus pada perbaikan taktik dan mentalitas. Penampilan Matthew Baker, bek berpengalaman yang berpotensi menjadi kapten, dan absennya striker Mierza Firjatullah karena cedera, menjadi sorotan. Pengamat Ronny Pangemanan menilai bahwa kehilangan Mierza mengurangi daya serang Indonesia, namun kehadiran Baker dapat menambah kestabilan pertahanan.
Menjelang Piala Asia, Vietnam menyiapkan skuad berusia 17 tahun dengan kombinasi pemain berbakat dari liga domestik dan akademi internasional. Pelatih menekankan pentingnya kebugaran, koordinasi tim, dan pemahaman taktis untuk menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. “Kami belajar dari AFF, terutama dalam mengelola tempo pertandingan dan memanfaatkan peluang set piece,” kata salah satu pelatih muda Vietnam.
Dengan agenda pertandingan pertama melawan China pada 5 Mei, Vietnam berharap dapat mencontohkan keberanian yang sama seperti yang ditunjukkan di AFF. Jika berhasil mengalahkan atau setidaknya menahan China, peluang tim untuk melaju ke fase knockout akan semakin terbuka.
Secara keseluruhan, performa Vietnam di AFF U-17 2026 memberikan sinyal kuat bahwa tim ini siap bersaing di level Asia. Fokus pada penyelesaian akhir, disiplin defensif, dan adaptasi taktik menjadi kunci utama menjelang turnamen bergengsi di Arab Saudi.











