OLAHRAGA

UEFA Tolak Keluhan Barcelona: Kontroversi Penalti, Handball, dan Kekalahan Mengejutkan di Atletico Madrid

×

UEFA Tolak Keluhan Barcelona: Kontroversi Penalti, Handball, dan Kekalahan Mengejutkan di Atletico Madrid

Share this article
UEFA Tolak Keluhan Barcelona: Kontroversi Penalti, Handball, dan Kekalahan Mengejutkan di Atletico Madrid
UEFA Tolak Keluhan Barcelona: Kontroversi Penalti, Handball, dan Kekalahan Mengejutkan di Atletico Madrid

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Barcelona kembali menjadi sorotan utama UEFA setelah mengajukan dua keluhan resmi terkait keputusan penting dalam laga Champions League melawan Atletico Madrid. Keluhan pertama menyangkut penalti yang tidak diberikan kepada pemain mereka pada pertandingan leg pertama di Metropolitano, sementara keluhan kedua menyoroti dugaan handball oleh Marc Pubill pada leg kedua. Kedua komplain tersebut ditolak oleh komite disiplin UEFA, menegaskan bahwa keputusan wasit dan VAR telah sesuai prosedur.

Di leg pertama, Barcelona menumbangkan Atletico Madrid 2-1 di kandang sendiri, namun kemenangan itu tidak cukup untuk menutup defisit agregat. Lini pertahanan Barcelona yang rapuh dan beberapa keputusan kontroversial menambah beban mental tim. Salah satu insiden paling dibicarakan adalah momen di mana pemain Barcelona mengklaim bahwa mereka seharusnya diberikan penalti setelah aksi serangan cepat yang berujung pada tendangan ke dalam area. Namun, VAR menilai tidak ada pelanggaran yang signifikan, dan keputusan itu dipertahankan.

Setelah leg pertama, Barcelona mengajukan keluhan resmi kepada UEFA, menuduh bahwa wasit gagal melihat handball potensial oleh Marc Pubill pada serangan balik mereka. UEFA menanggapi dengan menyatakan bahwa rekaman video tidak menunjukkan adanya pelanggaran yang jelas, sehingga tidak ada dasar untuk mengubah keputusan. Penolakan ini mempertegas sikap tegas UEFA terhadap komplain yang dianggap tidak berdasar.

Pertarungan di leg kedua berlangsung di Metropolitano, dimana Atletico Madrid berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 1-2, mengamankan agregat 3-2 dan melaju ke semifinal pertama sejak 2017. Pertandingan tersebut dipenuhi aksi cepat, gol-gol penting, serta keputusan VAR yang menambah drama. Lamine Yamal membuka skor untuk Barcelona hanya 33 detik setelah peluit dimulai, menunjukkan kecepatan dan keberanian pemain muda Spanyol tersebut. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menahan serangan balik Atletico.

Ademola Lookman menjadi penentu pada babak pertama, mencetak gol krusial setelah menerima umpan tajam dari Antoine Griezmann. Di babak kedua, Barcelona sempat menyamakan agregat melalui gol Ferran Torres, namun gol tersebut dianulir karena offside setelah peninjauan VAR. Kegagalan Barcelona untuk mempertahankan keunggulan itu diperparah oleh pengusiran Eric Garcia setelah insiden dengan Alexander Sorloth, memaksa tim Spanyol bertahan dengan sepuluh pemain.

Keputusan-keputusan kontroversial ini menimbulkan protes keras dari pihak Barcelona, yang bahkan mengajukan keluhan yang dianggap “bizarre” oleh beberapa analis. Mereka menuduh UEFA bersikap bias dan menolak untuk mempertimbangkan bukti video secara menyeluruh. Meski begitu, UEFA menegaskan bahwa semua prosedur telah dilalui secara transparan, dan tidak ada pelanggaran aturan yang dapat memicu revisi keputusan.

Selain isu-isu administratif, pertandingan itu juga menyoroti performa individu yang menonjol. Lamine Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menunjukkan keberanian luar biasa dengan menggerakkan bola sejak detik pertama, sementara Marc Pubill menjadi sorotan setelah insiden handball yang diperdebatkan. Di sisi lain, pemain-pemain veteran seperti Antoine Griezmann dan Diego Simeone menegaskan taktik agresif Atletico yang berhasil menekan Barcelona sepanjang pertandingan.

Kesimpulannya, penolakan UEFA terhadap keluhan Barcelona menegaskan bahwa keputusan di lapangan, meski kontroversial, tetap menjadi otoritas utama dalam kompetisi. Kegagalan Barcelona untuk mengubah hasil keputusan tersebut serta kekalahan agregat melawan Atletico Madrid menandai akhir perjalanan mereka di fase knockout tahun ini. Dengan semifinal menanti Atletico Madrid, sorotan kini beralih pada siapa yang akan menantang mereka, sementara Barcelona harus menganalisis kembali strategi dan mengatasi masalah disiplin serta keputusan taktis di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *