Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Gianyar, 14 April 2026 – Pada laga pekan ke-28 Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 12 April 2026, Muhammad Rahmat menorehkan penampilan yang menegangkan bagi lawan-lawannya. Awalnya dikenal sebagai pemain sayap (winger) yang mengandalkan kecepatan, Rahmat dipindahkan ke posisi striker oleh pelatih Bali United, Johnny Jansen. Perubahan taktik ini terbukti efektif, menjadikan Rahmat momok bagi pertahanan Persib Bandung dan menuai pujian menggelegar dari suporter lawan.
Sejak bergabung dengan Bali United pada tahun 2020, Rahmat berusia 37 tahun telah menjadi sosok senior yang konsisten. Namun, selama musim 2025/2026, ia lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Pada dua laga terakhir—melawan PSBS Biak dan Persib Bandung—pelatih Jansen menaruh kepercayaan penuh dengan menurunkan Rahmat sebagai starter. Di laga melawan Persib, Rahmat bermain selama 58 menit sebelum digantikan oleh rekan setimnya, Boris Kopitovic.
Peran baru Rahmat sebagai striker menuntutnya untuk tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga menjadi ancaman utama di kotak penalti. Dalam pertandingan tersebut, ia menunjukkan pergerakan tanpa bola yang lincah, memaksa bek tengah Persib, Patricio Matricardi, melakukan pelanggaran keras pada menit ke-65. Pelanggaran tersebut menghasilkan kartu kuning kedua bagi Matricardi yang berujung pada kartu merah, menambah tekanan pada lini belakang Persib.
Statistik pertandingan menunjukkan Bali United berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2 atas Persib Bandung. Meskipun Rahmat tidak mencetak gol pada laga itu, kontribusinya dalam menahan pertahanan lawan dan membuka ruang bagi rekan setim terbukti krusial. Suporter Persib yang biasanya memberikan dukungan keras, kali ini terpaksa memberi apresiasi atas performa agresif Rahmat. Sorakan “The Flazz” yang menjadi julukan bagi Rahmat terdengar menggelegar, menandakan lawan-lawannya kini harus lebih waspada.
Setelah pertandingan, Rahmat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pelatih dan rekan setim. Ia menekankan pentingnya fokus pada pertandingan selanjutnya, yakni melawan Malut United pada 19 April 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. “Laga melawan Persib sudah berakhir, dan kami kini harus bersiap menghadapi Malut United. Saya berharap dapat kembali memberikan kontribusi bila pelatih mempercayakan saya lagi,” ujar Rahmat dalam konferensi pers singkat.
Pelatih Johnny Jansen menjelaskan alasan di balik perubahan posisi Rahmat. “Kami melihat bahwa kecepatan dan insting ruang gerak Rahmat sangat cocok untuk peran striker dalam beberapa skenario. Dengan menempatkannya di posisi depan, kami dapat memanfaatkan serangan balik yang cepat, terutama melawan tim-tim yang menekan tinggi seperti Persib,” kata Jansen. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi transisi permainan Bali United yang lebih dinamis.
Reaksi suporter Persib terhadap perubahan taktik ini cukup beragam. Sebagian mengakui bahwa penempatan Rahmat sebagai striker menambah tantangan, sementara yang lain menilai keputusan tersebut sebagai langkah cerdas yang memperkaya taktik liga. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sorakan mereka pada malam itu berubah menjadi pujian atas ketangguhan pemain lawan.
Keberhasilan transformasi ini juga menambah catatan statistik pribadi Rahmat. Sebelum perubahan posisi, ia mencatat satu gol dalam 12 penampilan musim ini. Meskipun belum menambah angka tersebut, peran barunya membuka peluang untuk meningkatkan kontribusi gol di sisa musim. Para analis sepakbola memperkirakan bahwa dengan pemanfaatan optimal kecepatan dan kemampuan finishing, Rahmat dapat menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan di sisa kompetisi.
Secara keseluruhan, transformasi dari winger ke striker tidak hanya memberikan warna baru dalam taktik Bali United, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis pada lawan-lawannya. Penampilan menegangkan pada laga Persib menjadi bukti bahwa perubahan posisi dapat menjadi senjata strategis jika dikelola dengan tepat. Dengan agenda selanjutnya melawan Malut United, harapan besar tertuju pada Rahmat untuk terus menampilkan permainan yang agresif dan produktif.











