Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Mei 2026 | Pelatih senior Rahmad Darmawan kembali menegaskan tekad Persipura Jayapura untuk melaju ke babak playoff dan mengamankan tiket promosi ke BRI Super League 2026/27. Setelah menutup musim reguler Pegadaian Championship 2025/2026 dengan posisi runner‑up, Mutiara Hitam kini bersiap menghadapi Adhyaksa FC dalam laga penentuan yang akan digelar di Stadion Papua Bangkit, Jayapura, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam sesi latihan intensif di Stadion Mandala pada 14 Oktober 2025, Rahmad menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik, konsistensi taktik, dan semangat mental. “Kami bersyukur diberikan kesempatan lagi. Ini bukan sekadar satu pertandingan, melainkan momentum yang mungkin tidak akan terulang lagi dalam beberapa tahun ke depan,” ujar dia dalam konferensi pers eksklusif Bola Break.
Keunggulan Persipura dalam playoff ini didukung oleh faktanya sebagai tuan rumah. Jeam Kally Sroyer dan rekan‑rekan mengumpulkan 56 poin, lebih tinggi dari 51 poin yang diraih Adhyaksa FC, sehingga hak gelar tuan rumah jatuh pada tim Papua. Dukungan suporter lokal diprediksi menjadi faktor penentu, mengingat semangat kebangkitan klub sejak terdegradasi pada 2022.
Selain aspek taktik, manajemen Persipura juga menyiapkan insentif finansial bagi pemain. Setelah kemenangan 2-0 atas Persiku Kudus di Stadion Lukas Enembe, Ketua Harian Abisai Rollo mengumumkan bonus tunai untuk seluruh skuad. Manajer Owen Rahadian menegaskan bahwa bonus tidak hanya berasal dari klub, melainkan juga dari gubernur dan walikota Papua, serta sumbangan pribadi pihak‑pihak terkait. “Bonus ini merupakan penghargaan atas perjuangan sepanjang musim dan diharapkan meningkatkan motivasi di laga playoff,” kata Owen.
Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, yang menyaksikan pertandingan tersebut, menambahkan bahwa keberadaan Persipura di kasta tertinggi sangat penting bagi sepak bola Indonesia. “Kita tidak bisa lepas dari sejarah. Persipura adalah ikon sepak bola Papua, dan kehadirannya di Liga 1 memberikan nilai kompetisi yang tinggi,” ucapnya.
Berikut beberapa poin kunci yang menjadi fokus Persipura menjelang Persipura playoff:
- Keunggulan statistik: Persipura mencatat 56 poin, selisih 5 poin dari Adhyaksa FC.
- Performa pemain kunci: Reno Salampessy, Williams Lugo, dan Kelly Sroyer diharapkan menjadi penentu serangan.
- Dukungan mental: Rahmad menekankan pentingnya enjoy the game dan menjaga psikologi pemain.
- Insentif finansial: Bonus dari manajemen, gubernur, serta sponsor lokal.
- Suporter: Antisipasi kehadiran ribuan suporter di Papua Bangkit untuk memberi semangat tambahan.
Rahmad juga mengingat kembali masa kejayaan klub pada 2005 ketika Persipura menjuarai Liga Indonesia. “Pengalaman itu menjadi bahan bakar, kami ingin mengulang kembali masa itu dan kembali ke kasta tertinggi,” tandasnya.
Persipura tidak hanya mengandalkan pengalaman pelatih, tetapi juga memanfaatkan momentum pemain muda yang telah menunjukkan konsistensi selama fase grup. Pemain seperti Jeam Kally Sroyer dan Reno Salampessy telah menjadi ujung tombak dalam mencetak gol dan mengatur serangan.
Jika Persipura berhasil mengalahkan Adhyaksa FC, klub akan melanjutkan perjuangan di BRI Super League musim depan, memperkuat kembali posisi sebagai salah satu klub paling berpengaruh di Papua dan Indonesia. Kegagalan, sebaliknya, berarti harus kembali menyiapkan strategi untuk musim berikutnya, dengan harapan dapat kembali menembus jalur promosi pada kesempatan selanjutnya.
Dengan persiapan matang, dukungan finansial, dan sorotan suporter, Persipura Jayapura menatap Persipura playoff sebagai peluang emas untuk menutup masa terpuruk dan kembali ke puncak sepak bola tanah air.











