OLAHRAGA

Persita Tangerang Frustrasi dengan Kebuntuan di Lini Depan, Persijap Jepara Selamat dari Degradasi

×

Persita Tangerang Frustrasi dengan Kebuntuan di Lini Depan, Persijap Jepara Selamat dari Degradasi

Share this article
Persita Tangerang Frustrasi dengan Kebuntuan di Lini Depan, Persijap Jepara Selamat dari Degradasi
Persita Tangerang Frustrasi dengan Kebuntuan di Lini Depan, Persijap Jepara Selamat dari Degradasi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Persita Tangerang sedang mengalami periode yang sangat buruk di BRI Super League 2025/2026. Mereka sulit sekali untuk meraih kemenangan, bahkan keran gol Tim Pendekar Cisadane seperti tersumbat. Persita Tangerang hanya bisa mencetak satu gol dalam tujuh laga terakhir di BRI Super League 2025/2026.

Terbaru, mereka harus takluk 0-3 saat menjamu Persijap Jepara di Banten International Stadium (BIS), Serang, Minggu (10/5/2026). Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, berbicara mengenai situasi itu. Menurut Pena, sebagian pemain depan di tim asuhannya tampil di bawah harapan.

“Kami kekurangan, kami kekurangan gol. Beberapa pemain kunci yang seharusnya membantu tim tidak tampil seperti yang seharusnya,” ujar Pena. Pena pun mengaku kesal dengan situasi itu. Bahkan, eks pelatih Persija Jakarta tersebut mengaku mengalami frustrasi mengenai buntunnya lini depan Persita Tangerang.

“Dan ini adalah sesuatu yang membuat kami frustrasi dan saya juga mengerti para penggemar bisa frustrasi karenanya,” kata Pena. Persita Tangerang yang sempat bertengger di posisi empat besar klasemen kini perlahan menjauh dari posisi papan atas. Bahkan, Aleksa Andrejic dan kawan-kawan harus puas ada di posisi ke-9 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan 44 poin.

Sementara itu, Persijap Jepara berhasil selamat dari degradasi setelah mengalahkan Persita Tangerang 3-0. Kemenangan ini membuat Persijap Jepara semakin aman dari ancaman degradasi. Di lain sisi, Persib Bandung dan Borneo FC masih berebut posisi puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Pekan ke-33 Super League dipastikan menjadi salah satu momen paling krusial musim ini. Perebutan gelar juara hingga pertarungan menghindari degradasi semakin memanas saat kompetisi memasuki fase akhir pada 15–17 Mei mendatang. Sorotan utama tertuju pada duel persaingan dua tim papan atas, yakni Persib Bandung dan Borneo FC yang terus berebut posisi puncak klasemen sementara.

Persib yang kini memimpin klasemen dengan koleksi 75 poin akan menghadapi laga berat saat bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5) malam. Tim asuhan Bojan Hodak wajib membawa pulang kemenangan demi menjaga peluang mencetak hattrick gelar juara Super League.

Di saat bersamaan, Borneo FC juga mengusung misi wajib menang ketika bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Klub berjuluk Pesut Etam itu berpeluang besar mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Super League pertama mereka jika mampu memanfaatkan peluang di dua laga tersisa.

Tak hanya perebutan trofi, drama papan bawah juga dipastikan berlangsung sengit. Dua tim yang masih dibayangi ancaman degradasi, yakni Persis Solo dan Madura United, akan menjalani laga hidup-mati pada pekan ini. Persis Solo dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (16/5) malam.

Tiga poin menjadi harga mati bagi Laskar Sambernyawa untuk menjaga peluang tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara itu, Madura United akan melakoni partai tandang kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5). Kemenangan akan memastikan mereka aman dari jeratan degradasi tanpa harus menunggu hasil tim lain.

Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho meminta maaf setelah timnya dipastikan gagal menjadi juara BRI Super League 2025/2026, meski kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia itu masih menyisakan dua pertandingan lagi. Ridho mengucapkan hal tersebut pada akun resmi Instagram pribadinya, dua hari setelah kekalahan Persija dari Persib Bandung dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda.

Menurut Ridho, musim ini berjalan tidak mudah untuk Persija yang menargetkan juara. Pasukan asuhan pelatih Mauricio Souza sempat tampil apik di awal musim, tetapi menurun ketika memasuki tahun 2026. Pada 2026, dari 17 pertandingan, Persija gagal meraih kemenangan sebanyak tujuh kali, yang terdiri dari empat kekalahan dan tiga kali seri.

Hasil-hasil negatif di 2026 ini membuat mereka gagal bersaing dengan Persib dan Borneo FC, yang saat ini bertarung ketat merebutkan juara setelah kedua tim sama-sama memiliki 75 poin di posisi pertama dan kedua. “Yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat,” kata bek tengah berusia 24 tahun itu.

Lebih lanjut, Ridho memastikan timnya akan menyelesaikan musim ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan mendapatkan enam poin pada dua laga terakhir laga melawan Persik Kediri, Sabtu (16/5), dan Semen Padang, Sabtu (23/5). Dengan demikian, Persija Jakarta berharap dapat menyelesaikan musim ini dengan prestasi yang lebih baik.

Kesimpulan, Persita Tangerang sedang mengalami periode yang sangat buruk di BRI Super League 2025/2026. Mereka sulit sekali untuk meraih kemenangan, bahkan keran gol Tim Pendekar Cisadane seperti tersumbat. Sementara itu, Persijap Jepara berhasil selamat dari degradasi setelah mengalahkan Persita Tangerang 3-0. Persib Bandung dan Borneo FC masih berebut posisi puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *