OLAHRAGA

Persis Solo Kalah 0-2 di Kandang Arema FC, Milo Ungkap Laga Terburuk Musim Ini

×

Persis Solo Kalah 0-2 di Kandang Arema FC, Milo Ungkap Laga Terburuk Musim Ini

Share this article
Persis Solo Kalah 0-2 di Kandang Arema FC, Milo Ungkap Laga Terburuk Musim Ini
Persis Solo Kalah 0-2 di Kandang Arema FC, Milo Ungkap Laga Terburuk Musim Ini

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Persis Solo kembali menelan kekalahan pahit pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 ketika menjamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang. Skor akhir 0-2 menambah beban tekanan degradasi yang telah menghantui Laskar Sambernyawa selama beberapa pekan terakhir.

Setelah berhasil menghindari kekalahan selama delapan laga beruntun, harapan tim kembali terbang tinggi. Namun, serangan cepat Arema FC yang dipimpin oleh pencetak gol ternama, membuat pertahanan Persis Solo tampak rapuh. Gol pertama tercipta pada menit ke-23 lewat tendangan jarak jauh yang menembus gawang, diikuti dengan gol kedua pada menit ke-57 yang menutup peluang comeback.

Pelatih asal Bosnia-Herzegovina, Milomir Seslija, atau yang akrab disapa Milo, mengaku kecewa dengan penampilan timnya. Ia menyebut laga ini sebagai “laga terburuk musim ini” karena taktik yang telah dipersiapkan tidak berjalan sesuai rencana. “Kami hanya perlu bermain sepak bola yang sederhana dan mengikuti instruksi, namun hasilnya berbalik,” ujarnya di ruang ganti setelah pertandingan.

Meski demikian, Milo tetap menegaskan bahwa peluang Persis Solo untuk lolos dari zona degradasi masih terbuka lebar. Pada saat ini, Persis berada di peringkat ke-16 dengan 24 poin dari 28 laga, hanya terpaut satu poin dari Persijap Jepara di peringkat ke-15 dan dua poin dari Madura United di peringkat ke-14. “Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo terasa seperti misi mustahil. Sekarang kami berada dalam jarak satu hingga dua poin dari zona aman,” kata Milo optimis.

Menurut analis, faktor utama kegagalan Persis di laga ini adalah kurangnya konsistensi dalam lini belakang serta kurangnya kreativitas di lini serang. Kesalahan defensif pada menit ke-22, ketika bek tengah gagal menandingi penyerang Arema, menjadi titik balik yang membuka peluang lawan. Selain itu, serangan balik Arema yang cepat memanfaatkan ruang kosong di sisi sayap, menambah tekanan pada lini tengah Persis.

Selain dampak pada klasemen, kekalahan ini juga menimbulkan konsekuensi psikologis bagi pemain. Milo menekankan pentingnya motivasi untuk mengatasi situasi ini. “Jika kami menghadapi tim kuat, ini menjadi momentum untuk berkembang. Kami tidak akan menyerah, dan setiap pertandingan sisanya menjadi peluang untuk mengumpulkan poin,” jelasnya.

Persis Solo masih memiliki enam pertandingan tersisa, yang dapat menghasilkan total 18 poin. Jadwal berikutnya meliputi pertemuan melawan PSM Makassar, Persik Kediri, dan Persib Bandung. Semua lawan tersebut memiliki kualitas yang cukup menantang, namun Milo percaya bahwa dengan strategi yang tepat dan semangat juang, Persis dapat mengamankan poin penting.

Di luar lapangan, suporter Laskar Sambernyawa menunjukkan dukungan penuh meski berada di zona merah. Mereka berharap tim dapat bangkit dan menghindari degradasi. “Kami tetap di belakang tim, apapun yang terjadi,” tulis seorang suporter di grup media sosial.

Dengan tekanan yang semakin besar, keputusan taktik dan kebijakan manajerial akan menjadi sorotan. Apakah Milo akan mengubah formasi atau memberi peluang kepada pemain muda? Keputusan tersebut akan menentukan nasib Persis Solo di sisa musim ini.

Secara keseluruhan, kekalahan 0-2 melawan Arema FC menjadi cermin realitas keras kompetisi BRI Super League. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan peluang poin yang masih terbuka, Persis Solo masih memiliki harapan untuk menghindari degradasi dan menutup musim dengan catatan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *