Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Calum McFarlane, yang kini menjabat sebagai pelatih interim Chelsea, menegaskan bahwa menjaga persatuan tim menjadi prioritas utama menjelang laga semifinal Piala FA melawan Leeds United di Stadion Wembley. Setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan pada beberapa pertandingan liga, McFarlane menyoroti perlunya perubahan mental dan semangat kolektif untuk menyalakan kembali momentum positif.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Sabtu (25/4/2026), McFarlane menyampaikan bahwa “banyak hal dalam sepak bola adalah tentang momentum, dan kami jelas mengalami sedikit kekalahan beruntun. Hal itu bisa berubah dengan satu hasil positif, satu penampilan positif, dan itulah yang ingin kami lakukan.” Ia menambahkan bahwa semua pemain, staf, dan manajemen harus bertanggung jawab atas performa tim, menekankan pentingnya kebersamaan di dalam ruang ganti.
Strategi McFarlane untuk semifinal melibatkan penyesuaian pada susunan pemain. Ia menurunkan Moises Caicedo, Enzo Fernandez, dan Joao Pedro, tiga pemain kunci yang diharapkan mampu menekan lini pertahanan Leeds United. Formasi 4-2-3-1 tetap dipertahankan, dengan Robert Sanchez sebagai kiper utama, sementara pertahanan terdiri atas Malo Gusto, Trevoh Chalobah, Tosin Adarabioyo, dan Marc Cucurella. Di lini tengah, Romeo Lavia dan Moises Caicedo berperan sebagai penghubung, sedangkan trio serang Pedro Neto, Enzo Fernandez, dan Alejandro Garnacho memberikan opsi serangan yang beragam.
Semifinal yang berlangsung pada Minggu (26/4/2026) berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi Chelsea. Gol tunggal tersebut dicetak oleh Enzo Fernandez pada menit ke-23 setelah menerima umpan dari Pedro Neto. Fernandez menanduk bola dengan keras, mengoyak jala gawang Leeds United. Tidak ada gol tambahan selama sisa pertandingan, menandakan pertahanan Chelsea berhasil menahan serangan balasan lawan.
Keberhasilan ini membawa Chelsea melaju ke final Piala FA, di mana mereka dijadwalkan bertemu Manchester City pada 16 Mei 2026 di Wembley. Bagi Pelatih Interim Chelsea, pencapaian ini bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan bukti bahwa pendekatan berbasis kebersamaan dapat menghasilkan hasil yang diharapkan.
Di sisi lain, Leeds United yang dipimpin oleh Daniel Farke menampilkan formasi 3-4-2-1 dengan James Justin, Jaka Bijol, dan Pascal Struijk sebagai tiga bek, didukung oleh lini tengah yang diisi Ethan Ampadu dan Ao Tanaka. Meski begitu, mereka tidak mampu mengatasi tekanan Chelsea yang terorganisir dengan baik.
Setelah semifinal, McFarlane menegaskan bahwa fokus tim tetap pada persatuan dan konsistensi. “Kami akan terus bekerja keras di setiap sesi latihan, menjaga komunikasi terbuka, dan memastikan setiap pemain memahami peranannya. Kemenangan melawan Leeds United adalah hasil kerja tim, dan kami berharap semangat yang sama akan membawa kami meraih trofi pada final,” ujarnya.
Selain taktik di lapangan, Pelatih Interim Chelsea juga menekankan pentingnya dukungan mental bagi pemain. Ia menyebut bahwa psikologi tim menjadi faktor krusial dalam menghadapi tekanan tinggi, terutama menjelang pertandingan melawan tim raksasa seperti Manchester City.
Dengan semangat persatuan yang terus dijaga, Chelsea menatap final dengan keyakinan. Jika mereka berhasil mengulang performa solid yang ditunjukkan di semifinal, peluang meraih trofi Piala FA serta tiket kompetisi Eropa musim depan semakin terbuka lebar.











