Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Sejumlah klub Inggris kembali menegaskan dominasi mereka di kompetisi Eropa musim ini setelah berhasil melaju ke babak semi final Liga Europa dan Liga Konferensi UEFA. Aston Villa dan Nottingham Forest akan berhadapan di semi final Liga Europa, sementara Crystal Palace menyiapkan pertempuran melawan Shakhtar Donetsk di babak semi final Liga Konferensi.
Di jalur Liga Europa, Nottingham Forest berhasil mengalahkan Porto dengan skor 1-0 di leg pertama dan melanjutkan ke leg kedua dengan keunggulan agregat 2-1 berkat gol penentu dari Jacob Gibbs-White. Kemenangan itu memastikan Forest melaju ke semi final melawan Aston Villa, yang telah mencatatkan kemenangan gemilang 4-0 atas Bologna di leg pertama dan memperbesar keunggulan menjadi 7-1 secara agregat. Kemenangan Villa dipimpin oleh penampilan impresif Ollie Watkins, yang mencetak satu gol, serta kontribusi penting dari Buendia, Rogers, dan Konsa.
Sementara itu, di Liga Konferensi, Crystal Palace berhasil meloloskan diri ke semi final setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di leg kedua. Meskipun kalah pada pertandingan tunggal itu, Palace memetik kemenangan agregat 4-2 berkat hasil positif di leg pertama. Manajer Palace, Oliver Glasner, menilai bahwa timnya menunjukkan ketahanan mental yang tinggi meski harus menurunkan Jean-Philippe Mateta pada babak pertama. “Kami menghadapi tantangan besar, namun pemain menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan pantas berada di semi final,” ungkap Glasner dalam konferensi pers pasca pertandingan.
- Nottingham Forest mengandalkan pertahanan disiplin dan gol penentu dari Gibbs-White.
- Aston Villa menampilkan serangan tajam dengan empat gol tanpa balas.
- Crystal Palace mengandalkan konsistensi taktik dan kebijakan rotasi pemain untuk mengatasi cedera.
Glasner menambahkan bahwa ia akan mempelajari gaya permainan Shakhtar Donetsk yang diperkirakan akan mengandalkan enam pemain asal Brasil, menandakan bahwa lawan mereka memiliki kemampuan teknis tinggi. “Kami akan menyiapkan taktik yang tepat, sambil tetap berfokus pada kompetisi domestik seperti Premier League,” katanya.
Kemenangan ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi klub masing-masing, tetapi juga menegaskan bahwa tim-tim Inggris masih menjadi kekuatan utama di panggung Eropa. Keberhasilan Villa dan Forest di Liga Europa menandai kembalinya klub-klub Inggris ke fase lanjutan kompetisi setelah beberapa tahun terakhir yang relatif sepi. Di sisi lain, pencapaian Palace di Liga Konferensi menambah dimensi kompetitif bagi tim-tim yang biasanya berfokus pada kompetisi domestik.
Para pengamat menilai bahwa keberhasilan ini akan memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para pemain menjelang sisa musim domestik. Dengan jadwal yang padat, manajer masing-masing harus menyeimbangkan rotasi pemain dan mengelola kelelahan. Glasner menekankan pentingnya menjaga kebugaran pemain, terutama mengingat cedera yang dialami Adam Wharton dan Maxence Lacroix. “Kita harus menilai kondisi mereka dengan cermat dan tetap fokus pada tujuan bersama,” jelasnya.
Menatap ke depan, pertandingan semi final akan menjadi ujian berat bagi ketiga tim. Villa akan berusaha melanjutkan serangkaian kemenangan mereka, Forest mengandalkan soliditas pertahanan, dan Palace menyiapkan taktik khusus untuk menaklukkan Shakhtar yang dikenal dengan permainan cepat dan teknik tinggi. Jika berhasil, satu atau dua tim Inggris berpotensi melaju ke final, memperkuat reputasi sepak bola Inggris di level internasional.
Kesimpulannya, musim 2025/2026 ini menandai kebangkitan kembali klub-klub Inggris di kompetisi Eropa. Dengan performa mengesankan di Liga Europa dan Liga Konferensi, Aston Villa, Nottingham Forest, dan Crystal Palace tidak hanya menambah prestise klub masing-masing, tetapi juga memperkuat citra kompetitif Premier League di panggung global. Pertarungan di semi final akan menjadi sorotan utama, dan para pendukung serta pengamat sepak bola menantikan aksi-aksi dramatis yang dapat menentukan nasib klub-klub ini di ajang internasional.











