Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Liverpool kembali dihadapkan pada situasi krusial menjelang bursa transfer musim panas 2026 setelah kepergian Mohamed Salah dan Andy Robertson. Salah satu nama yang kini menimbulkan spekulasi adalah winger asal Italia, Federico Chiesa, yang dipastikan akan mengakhiri kontraknya pada 2028 jika tidak ada perpanjangan.
Chiesa, yang tiba di Anfield pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar £10 juta ditambah add‑on, telah mencatat 48 penampilan dalam semua kompetisi. Meskipun popularitasnya di antara suporter tinggi, menit bermainnya sangat terbatas. Musim ini hanya sekali ia menjadi starter di laga Premier League, sementara kebanyakan penampilannya terjadi di pertandingan piala atau sebagai pengganti. Kondisi ini membuatnya mempertimbangkan masa depan kariernya.
Menurut laporan yang beredar di media Italia, Chiesa bersedia menurunkan gajinya secara signifikan—dari sekitar £5,6 juta per musim menjadi angka yang jauh lebih rendah—jika dapat kembali ke Serie A dan mendapatkan jam bermain reguler. Ia masih terikat kontrak hingga 2028, namun prioritas utama kini adalah kesempatan bermain yang lebih konsisten.
Beberapa klub Italia telah menunjukkan minat serius. Di antaranya:
- Inter Milan—menyatakan ketertarikan pada winger berusia 28 tahun untuk menambah kedalaman skuad.
- Juventus—sebagai klub asalnya, tetap memantau perkembangan situasi dan siap menawarkan peran utama.
- Milan, Roma, dan Napoli—semua mengindikasikan kesiapan memberi peluang bermain lebih banyak bagi Chiesa.
Jika Chiesa memang memilih kembali ke Italia, ia diperkirakan akan menurunkan gaji menjadi sekitar €6‑6,5 juta (sekitar £5,6 juta) per musim, angka yang masih berada di atas standar rata‑rata gaji winger di Serie A namun jauh di bawah apa yang ia terima di Liverpool.
Situasi serupa juga terjadi pada rekan setimnya, Curtis Jones, yang menjadi sorotan klub-klub Serie A dan Premier League. Jones, produk akademi Liverpool, masih berada dalam kontrak hingga 2027 dan kini menjadi target Newcastle United, Aston Villa, serta Inter Milan. Kedua kasus ini menambah tekanan pada manajemen Arne Slot, pelatih pertama yang menandatangani Chiesa sebagai rekrutmen utama.
Di papan klasemen Liga Inggris, Liverpool saat ini berada di posisi keempat dengan 58 poin, selisih enam poin dari pemuncak klasemen. Namun, ketidakpastian dalam skuad utama menimbulkan kekhawatiran bagi ambisi Champions League musim depan. Kekalahan 2‑3 dari Manchester United baru-baru ini mempertegas kebutuhan akan solusi transfer yang tepat.
Arne Slot harus menyeimbangkan antara mempertahankan pemain berharga dan memastikan kebijakan keuangan klub tetap sehat. Sementara Chiesa membuka peluang bagi Liverpool untuk merekrut pengganti yang dapat mengisi kekosongan di sisi sayap. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada negosiasi gaji, tawaran klub Italia, serta keinginan pribadi Chiesa untuk kembali ke tanah kelahirannya.
Secara keseluruhan, musim panas 2026 diprediksi menjadi fase penting bagi Liverpool. Jika Chiesa benar-benar menurunkan gaji dan pindah, ia akan menjadi contoh pertama pemain yang rela mengorbankan finansial demi jam bermain. Bagi klub, hal ini dapat membuka ruang bagi pemain muda lain atau rekrutmen baru yang dapat memperkuat skuad demi target domestik dan Eropa.
Dengan tekanan dari suporter dan kebutuhan kompetitif, keputusan akhir mengenai masa depan Federico Chiesa akan menjadi sorotan utama dalam periode transfer mendatang.











