Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Mei 2026 | Pertandingan Persiraja vs PSMS pada Sabtu sore, 2 Mei 2026, menyajikan aksi menegangkan di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. Kedua tim masuk dengan ambisi masing-masing; Persiraja bertekad menjaga posisi lima besar klasemen Liga 2 Championship 2025-2026, sementara PSMS Medan berjuang menutup musim dengan poin berharga.
Babak pertama berjalan seimbang. Kedua belah pihak menekan, namun pertahanan masih kuat. Pada menit ke-40, PSMS berhasil memecah kebuntuan lewat serangan balik cepat. Felipe Cadenazzi, penyerang asal Argentina, menembus lini pertahanan Persiraja dan menutup peluang dengan tembakan tajam ke sudut kanan gawang lawan. Gol itu memberi keunggulan pertama bagi PSMS, menciptakan euforia singkat bagi suporter Ayam Kinantan yang hadir di tribun.
Setelah gol, Persiraja meningkatkan intensitas. Dua pemain asing andalannya, yang sebelumnya berperan penting dalam serangan tim, mencoba mengatur tempo, namun belum menghasilkan peluang berarti. Di sisi lain, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, harus menanggapi situasi pribadi yang berat. Beberapa jam sebelum kickoff, ia menerima kabar duka bahwa orang tuanya telah meninggal dunia. Meski demikian, ia memilih tetap berada di bangku pelatih, menegaskan profesionalitas dan dedikasinya kepada tim.
Menjelang akhir babak pertama, Persiraja berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan sudut yang dimanfaatkan oleh Asnawi Habib. Namun, keputusan wasit menolak gol tersebut karena pelanggaran kecil di area penalti. Gol tersebut tidak tercatat, sehingga skor tetap 1-1 pada jeda istirahat.
Babak kedua kembali menampilkan pertarungan sengit. Persiraja terus menekan, menciptakan beberapa peluang melalui umpan-umpan pendek yang dipotong cepat oleh pemain sayap. PSMS beralih pada taktik bertahan dan menunggu serangan balik. Menjelang menit ke-90, PSMS hampir menambah gol lewat tendangan bebas, namun bola meleset melebar.
Detik-detik terakhir menjadi sorotan utama. Pada menit tambahan ke-90+4, Asnawi Habib kembali muncul sebagai pahlawan. Ia menerima umpan silang dari sisi kanan, mengatur posisi tubuh, dan menegakkan bola ke sudut bawah gawang. Gol tersebut mengembalikan keunggulan Persiraja, menutup skor menjadi 1-1 dan mengamankan satu poin penting di laga tandang.
Setelah peluit akhir, Eko Purdjianto mengakui bahwa hasil imbang tidak memuaskan, mengingat timnya sempat memimpin. Ia menekankan bahwa pemain sudah memberikan usaha maksimal meski situasi pribadi yang menyayat hati. “Kami imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kami syukuri satu poin,” ucapnya dalam konferensi pers singkat.
Kapten PSMS, Erwin Gutawa, menambahkan bahwa timnya telah berjuang keras sepanjang pertandingan. Ia juga menanggapi insiden kecil antara dua pemain yang sempat terjadi di lapangan, menjelaskan bahwa perbedaan bahasa menjadi penyebab gesekan singkat, namun situasi segera reda.
Dari segi klasemen, Persiraja kini menempati posisi kelima dengan 40 poin, sementara PSMS berada di peringkat ketujuh dengan 36 poin. Meski hasil imbang tidak mengubah urutan akhir secara signifikan, pertandingan ini menegaskan bahwa Persiraja tetap menjadi kandidat kuat untuk promosi ke Liga 1 musim depan.
Statistik pertandingan menampilkan total tembakan: PSMS 12, Persiraja 14; penguasaan bola: Persiraja 55%, PSMS 45%; kartu kuning masing-masing tim dua. Kedua pelatih mengapresiasi sikap sportif pemain dan menekankan pentingnya konsistensi di sisa musim.
Secara keseluruhan, Persiraja vs PSMS menjadi contoh pertandingan yang tidak hanya menampilkan kualitas teknis, tetapi juga menunjukkan ketangguhan mental pelatih di tengah duka. Kedepannya, kedua tim akan melanjutkan perjuangan mereka di Liga 2, dengan harapan dapat menambah poin dan meraih target masing-masing.











