Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Diego Pavia, mantan quarterback Vanderbilt Commodores yang dikenal karena aksi spektakuler di musim 2025, mengalami malam yang penuh kekecewaan ketika tidak dipilih dalam Draft NFL 2026. Meskipun menjadi finalis Heisman Trophy tahun itu, nama Pavia tidak muncul di antara 32 tim yang memilih 257 pemain.
Setelah draft berakhir, spekulasi mengenai masa depan Pavia meluas. Beberapa analis NFL menyebutkan bahwa ia masih memiliki peluang sebagai undrafted free agent, terutama karena kemampuan mobilitasnya, ketepatan lempar, dan kepemimpinan di lapangan. Nama-nama tim yang disebut-sebut menunjukkan minat awal termasuk Baltimore Ravens, yang kemudian mengundang Pavia ke minicamp mereka pada akhir April.
Undangan ke minicamp Ravens menjadi titik terang bagi Pavia. Dalam sesi latihan singkat tersebut, ia akan bersaing dengan quarterback lain yang berjuang mendapatkan tempat di roster. Peluang utama berada di belakang pemimpin tim, Lamar Jackson, tetapi kehadiran Pavia dapat membuka pintu bagi peran sebagai backup atau bahkan penampil di tim praktik.
Sementara itu, di luar NFL, opsi lain mulai muncul. Tim CFL Winnipeg Blue Bombers secara resmi mengamankan hak negosiasi Pavia, menandakan minat serius dari liga Kanada. Jika NFL tidak dapat menawarkannya kontrak yang memadai, Pavia dapat mempertimbangkan pindah ke CFL, di mana ia akan menghadapi gaya permainan yang lebih berbasis run dan lapangan yang lebih besar.
Berikut adalah tiga jalur potensial yang sedang dipertimbangkan Pavia:
- Ravens minicamp: Menunjukkan performa yang mengesankan dapat menghasilkan kontrak rookie free agent dan kesempatan masuk tim utama.
- CFL – Winnipeg Blue Bombers: Hak negosiasi telah dimiliki, memberikan pilihan karier profesional di Kanada dengan kemungkinan bermain segera.
- UFL atau liga alternatif lainnya: Meskipun jadwalnya ketat, liga seperti United Football League menawarkan platform bagi pemain yang ingin tetap kompetitif.
Para pengamat juga tak menutup kemungkinan Pavia akan menelusuri jalur yang tidak konvensional. Beberapa komentar di media sosial, termasuk dari mantan pemain dan komentator, menyebutkan bahwa karisma dan penampilan Pavia dapat cocok dengan dunia hiburan olahraga, bahkan menyarankan ia mencoba peran sebagai heel di WWE.
Meskipun spekulasi tersebut bersifat hiburan, realitasnya tetap bahwa Pavia harus membuat keputusan penting dalam beberapa minggu ke depan. Jika ia berhasil menembus roster Ravens, ia akan melanjutkan karier di NFL, sebuah impian yang dibangun sejak masa mudanya. Namun, jika peluang tersebut tidak terwujud, opsi CFL menjadi alternatif yang realistis, memberikan kesempatan bermain di level profesional dengan eksposur media yang tetap tinggi.
Keputusan akhir Pavia tidak hanya memengaruhi kariernya, tetapi juga menambah narasi menarik tentang transisi pemain perguruan tinggi ke liga profesional. Dari sorotan Heisman hingga undangan minicamp, perjalanan ini menegaskan bahwa proses seleksi NFL tidak selalu linear, dan pilihan alternatif seperti CFL dapat menjadi jalur yang menguntungkan bagi quarterback berbakat.
Seiring musim latihan NFL mendekati, mata para penggemar dan analis tetap tertuju pada langkah selanjutnya Diego Pavia. Apakah ia akan mengukir nama di liga biru dengan Ravens, atau meluncur ke padang es Kanada bersama Blue Bombers, hanya waktu yang akan menjawab.









