Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Juni 2026 | Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu fase waktu paling agung dalam kalender Islam. Umat Islam perlu mengetahui Dzulhijjah dari tanggal berapa sampai tanggal berapa agar dapat merencanakan amal ibadahnya dengan baik.
Dzulhijjah dikenal sebagai bulan haji dan bulan kurban, termasuk dalam jajaran Asyhurul Hurum (bulan-bulan suci) di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Keutamaan Dzulhijjah, terutama 10 hari awal ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Terdapat berbagai amal dan ibadah yang dianjurkan di tiap fase, meliputi awal Dzulhijjah hingga akhir.
Puasa Tarwiyah adalah salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Puasa ini dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan diikuti dengan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Para khatib juga mulai mempersiapkan materi literasi terbaik guna menggugah spiritualitas umat Islam dalam menyambut momentum 10 hari awal, Idul Adha, ibadah kurban dan berbagai keutamaannya.
Keutamaan waktu tersebut dilandaskan langsung pada firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Fajr ayat 1-2, yang artinya: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” Tafsir mayoritas ulama merujuk ayat ini pada sepuluh hari awal Dzulhijjah.
Imam Al-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menegaskan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu paling utama bagi kaum muslimin untuk memaksimalkan ibadah dan amal saleh.
Dengan memahami keutamaan Dzulhijjah dan melakukan amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat memperoleh pahala yang berlimpah dan meningkatkan kualitas spiritualitasnya.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan waktu Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya dan melakukan amalan yang dianjurkan untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.











