Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Gresik menjadi saksi insiden mengkhawatirkan pada Rabu (22/4) ketika sebuah mobil listrik Hyundai Kona EV terbakar hingga menyisakan kerangka. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan baterai pada kendaraan listrik, terutama setelah pengemudi melaporkan indikator baterai lemah sebelum muncul peringatan overheat.
Menurut keterangan Alex, pemilik dan pengemudi Kona EV tersebut, mobil mulai menampilkan lampu peringatan “low battery” pada sekitar pukul 11.20 WIB. Tak lama berselang, muncul notifikasi tambahan yang memperingatkan tentang suhu berlebih pada sistem baterai. Sekitar sepuluh menit kemudian, percikan api muncul dari area bawah mobil, kemudian berkembang menjadi api besar yang tidak dapat dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang dibawa oleh Alex.
Setelah menyadari situasi kritis, Alex segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik. Tim damkar tiba di lokasi pada pukul 11.37 WIB, lima menit setelah laporan diterima, dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman memakan waktu sekitar 40 menit, dengan api berhasil dipadamkan pada pukul 12.15 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Suyono, menyatakan tidak ada korban jiwa atau luka-luka, namun kerusakan material masih dalam proses pendataan.
Hyundai Motor Indonesia (HMID) melalui Chief Operating Officer-nya, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap konsumen yang terdampak. Dalam sebuah pesan singkat yang dikirim pada Kamis (23/4), Soerjopranoto menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Ia menambahkan bahwa Hyundai saat ini tengah berkoordinasi dengan dealer resmi untuk memberikan dukungan penuh kepada pemilik Kona EV yang mengalami kejadian tersebut.
Selain itu, Hyundai Indonesia mengumumkan bahwa tim teknisnya sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. Sementara dugaan sementara mengarah pada overheat pada sistem baterai, pihak perusahaan menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan dipublikasikan secara berkala. Soerjopranoto menekankan komitmen Hyundai untuk mendampingi konsumen sepanjang proses penyelidikan dan perbaikan.
Kejadian ini menambah daftar insiden terkait baterai kendaraan listrik di Indonesia, meskipun secara statistik masih tergolong langka. Para pakar mengingatkan bahwa sistem manajemen termal pada baterai EV sangat krusial untuk mencegah kondisi overheat yang dapat berujung pada kebakaran. Penggunaan material baterai yang stabil, serta sistem pendinginan yang efektif, menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan kendaraan listrik.
Pengamat industri otomotif menilai bahwa respons cepat Hyundai Indonesia dalam menangani insiden ini merupakan langkah positif untuk menjaga kepercayaan konsumen. Namun, mereka juga menekankan pentingnya transparansi penuh dan prosedur uji keselamatan yang lebih ketat sebelum peluncuran produk ke pasar. Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, regulasi dan standar keamanan harus terus disesuaikan untuk mengantisipasi potensi risiko teknis.
Kesimpulannya, kebakaran Kona EV di Gresik menggarisbawahi pentingnya pemantauan kondisi baterai secara real-time dan keandalan sistem pendinginan. Hyundai Indonesia berjanji untuk menyelesaikan penyelidikan, memperbaiki prosedur, dan memastikan bahwa konsumen dapat menikmati kendaraan listrik dengan rasa aman. Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh produsen dan regulator untuk memperkuat standar keamanan baterai demi melindungi pengguna di masa depan.











