Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juni 2026 | Granit Xhaka, kapten timnas Swiss, telah mengindikasikan bahwa dia belum akan pensiun dari timnas setelah Piala Dunia 2026. Pemain berusia 33 tahun ini akan memimpin La Nati bersaing di Grup B Piala Dunia 2026 bersama Kanada, Bosnia & Herzegovina, dan Qatar.
Xhaka telah menjadi pemimpin di ruang ganti sekaligus mentor bagi para pemain muda La Nati sejak didapuk sebagai kapten timnas pada akhir 2019 silam. Dia telah menjelma menjadi pemain terpenting di timnas Swiss dan dianggap sebagai pemain terbaik dalam sejarah timnas Swiss oleh beberapa orang, termasuk mantan rekan setimnya, Blerim Dzemaili.
Di skuad Swiss untuk Piala Dunia 2026, ada beberapa pemain muda yang baru memiliki total satu penampilan bersama Swiss, seperti Albian Hajdari, Adrian Bajrami, dan Marvin Keller. Namun, Swiss juga masih akan diperkuat sejumlah pemain senior macam Ricardo Rodriguez, Remo Freuler, hingga Silvan Widmer.
Timnas Swiss telah mempersiapkan diri dengan baik untuk Piala Dunia 2026. Mereka telah melakukan beberapa pertandingan uji coba dan telah menunjukkan kemajuan yang baik. Pelatih timnas Swiss, Murat Yakin, telah menyatakan bahwa timnya ingin melakukan yang terbaik di Piala Dunia 2026.
Xhaka sendiri telah menyatakan bahwa dia masih memiliki semangat dan tekad untuk bermain sepak bola. Dia ingin terus bermain selama mungkin dan membantu timnas Swiss mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026.
Dengan Xhaka sebagai pemimpin, timnas Swiss memiliki harapan besar untuk mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026. Mereka memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk bersaing dengan tim-tim lain di turnamen ini.
Kesimpulan, Granit Xhaka adalah pemain terpenting di timnas Swiss dan memiliki peran besar dalam kesuksesan tim di Piala Dunia 2026. Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya, Xhaka dapat membantu timnas Swiss mencapai kesuksesan di turnamen ini.











