Otomotif

Kebakaran Hyundai Kona Electric di Gresik: Hyundai Kona overheat Bikin Mobil Hanyut Hingga Hanya Rangka

×

Kebakaran Hyundai Kona Electric di Gresik: Hyundai Kona overheat Bikin Mobil Hanyut Hingga Hanya Rangka

Share this article
Kebakaran Hyundai Kona Electric di Gresik: Hyundai Kona overheat Bikin Mobil Hanyut Hingga Hanya Rangka
Kebakaran Hyundai Kona Electric di Gresik: Hyundai Kona overheat Bikin Mobil Hanyut Hingga Hanya Rangka

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Gresik, Jawa Timur – Sebuah mobil listrik Hyundai Kona Electric terbakar hebat pada Rabu, 22 April 2026, meninggalkan hanya rangka kendaraan setelah api melahap seluruh bodi. Insiden ini memicu kepanikan di kalangan pengguna kendaraan listrik dan menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan sistem baterai pada mobil listrik buatan Korea Selatan.

Menurut keterangan saksi mata, pemilik kendaraan, yang diketahui bernama Alex, pertama kali melihat indikator baterai menunjukkan status “low battery” pada layar instrument. Sekitar sepuluh menit kemudian, sistem menampilkan peringatan “overheat”. Tidak lama setelah peringatan tersebut muncul, percikan api kecil terlihat dari bagian bawah mobil, kemudian dengan cepat membesar menjadi nyala api yang meluas ke seluruh bagian kendaraan.

Alex berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang terpasang di dalam mobil, namun usaha tersebut tidak berhasil. Ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 11.37 WIB, lima menit setelah laporan diterima, dan memulai proses pemadaman.

Setelah lebih dari tiga puluh menit bekerja, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan, namun kerusakan material sangat signifikan. Hanya rangka sisa kendaraan yang dapat ditemukan di lokasi kejadian.

Petugas Damkar Kabupaten Gresik, Suyono, menyatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada overheat pada sistem baterai. “Dugaan awal karena overheat pada sistem baterai. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Hyundai Motor Indonesia merespons insiden tersebut melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) perusahaan, Fransiscus Soerjopranoto. Ia menyampaikan keprihatinan kepada pelanggan yang terdampak dan menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan keselamatan serta kenyamanan konsumen. “Kami sedang berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keamanan pelanggan dan melakukan pendalaman penyebab kejadian,” kata Soerjopranoto dalam pesan singkat kepada media pada Kamis, 23 April 2026.

Hyundai Kona Electric dilengkapi dengan baterai yang diproduksi secara lokal oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat. Baterai tersebut memiliki kapasitas 48,6 kWh hingga 66 kWh, tergantung varian, dengan jarak tempuh hingga 602 km pada standar NEDC untuk varian long‑range. Motor listriknya menghasilkan tenaga 214 hp, menjadikan Kona salah satu SUV listrik kompak yang cukup populer di pasar Indonesia.

Meskipun pabrikan mengklaim bahwa baterai memenuhi standar global, insiden ini menimbulkan keprihatinan mengenai mekanisme pendinginan dan manajemen suhu pada kendaraan listrik. Beberapa pakar otomotif menyarankan agar produsen meningkatkan sistem monitoring suhu baterai serta menambahkan fitur peringatan dini yang lebih jelas bagi pengguna.

Selain itu, kejadian ini menyoroti pentingnya edukasi pemilik kendaraan listrik mengenai penggunaan APAR dan prosedur darurat lainnya. Meskipun Alex telah mencoba memadamkan api dengan APAR, hasilnya tidak memuaskan, menunjukkan bahwa peralatan pemadam standar mungkin tidak cukup kuat untuk mengatasi kebakaran baterai lithium‑ion.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengeluarkan laporan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Penyidikan melibatkan tim teknis dari Hyundai, Badan Penyelidikan Transportasi, serta lembaga pengawas keselamatan produk. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan baik bagi Hyundai maupun regulator untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Insiden kebakaran Hyundai Kona Electric di Gresik menjadi pengingat bahwa adopsi kendaraan listrik harus diiringi dengan standar keamanan yang ketat dan kesadaran konsumen yang tinggi. Sementara produsen terus berinovasi, regulasi dan infrastruktur pendukung harus terus disempurnakan agar teknologi ramah lingkungan ini dapat berkembang tanpa mengorbankan keselamatan pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *