HUKUM

Tragedi di Kalimantan Tengah: Aipda Yudhi Gugur dan Dua Polisi Hilang

×

Tragedi di Kalimantan Tengah: Aipda Yudhi Gugur dan Dua Polisi Hilang

Share this article
Tragedi di Kalimantan Tengah: Aipda Yudhi Gugur dan Dua Polisi Hilang
Tragedi di Kalimantan Tengah: Aipda Yudhi Gugur dan Dua Polisi Hilang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Juli 2026 | Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, berakhir dengan tragedi. Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur akibat serangan senjata tajam warga. Dua rekan Yudhi, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih hilang setelah diduga hanyut di Sungai Katingan saat menangkap terduga bandar narkoba.

Menurut Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, proses pencarian terhadap kedua polisi tersebut masih berlangsung. Tim gabungan dari Ditpolairud dan Satbrimob Polda Kalimantan Tengah, serta Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Katingan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku penyerangan polisi. Sahroni juga mendorong Polri mengevaluasi pola penggerebekan terhadap bandar narkoba agar kejadian serupa tidak terulang.

Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei dimulai pada Rabu (1/7/2026) malam. Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tentang maraknya peredaran narkotika jenis sabu di daerah tersebut.

Tim gabungan berhasil mengamankan salah satu pelaku, namun situasi kemudian memburuk saat warga setempat melakukan perlawanan. Aipda Yudhi gugur akibat luka senjata tajam, sementara dua rekanannya masih dalam pencarian.

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sahroni menekankan pentingnya menindak tegas pelaku penyerangan polisi dan mengevaluasi pola penggerebekan terhadap bandar narkoba.

Sahroni juga mengingatkan bahwa setiap operasi harus dipersiapkan secara matang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, sehingga risiko terhadap personel dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono memastikan bahwa proses pencarian terhadap dua polisi yang hilang akan terus dilakukan. Tim gabungan akan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota tersebut.

Tragedi di Kalimantan Tengah ini menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Kasus ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *