Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Agustus 2026 | Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat ini menjadi sorotan karena kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Kasus ini masih dalam proses penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Raja Juli Antoni dilaporkan telah menerima amplop dari Bupati Suhardiman Amby, yang diduga berisi uang sebesar SGD 14.000.
Menurut juru bicara KPK, Budi Prasetyo, pemanggilan saksi dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan. Raja Juli Antoni telah melaporkan adanya penerimaan amplop dari Bupati Kuansing, namun KPK belum memberikan kepastian waktu terkait pemanggilan Raja Juli Antoni sebagai saksi.
Sementara itu, Raja Juli Antoni juga terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di Gunung Bromo, Jawa Timur. Ia menyatakan bahwa helikopter water bombing atau pengebom air dioptimalkan untuk memadamkan api di lereng Gunung Bromo yang tidak bisa diakses oleh tim gabungan dari jalur darat.
Raja Juli Antoni mengatakan bahwa ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, dan meminta doa dari masyarakat agar cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan. Upaya pemadaman kobaran juga tetap dilakukan oleh tim gabungan dari jalur darat, dengan membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer guna mengantisipasi meluasnya titik api.
Pelaksanaan water bombing ditargetkan mampu berlangsung 30 kali, dan telah mencapai 17 kali pelaksanaan. Raja Juli Antoni berharap bahwa dengan upaya ini, kebakaran di Gunung Bromo dapat segera dipadamkan.
Kesimpulan, Raja Juli Antoni saat ini terlibat dalam dua isu yang berbeda, yaitu kasus dugaan korupsi dan upaya pemadaman kebakaran di Gunung Bromo. Ia berharap bahwa dengan kerja sama dari semua pihak, kebakaran di Gunung Bromo dapat segera dipadamkan, dan kasus dugaan korupsi dapat segera diselesaikan.











