Kriminal

Terbongkar! Komplotan Ganjal ATM di Tangerang Ditangkap, Ratusan Juta Hilang

×

Terbongkar! Komplotan Ganjal ATM di Tangerang Ditangkap, Ratusan Juta Hilang

Share this article
Terbongkar! Komplotan Ganjal ATM di Tangerang Ditangkap, Ratusan Juta Hilang
Terbongkar! Komplotan Ganjal ATM di Tangerang Ditangkap, Ratusan Juta Hilang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Polisi Resort Tangerang pada Jumat (26/04/2026) mengumumkan penangkapan lima anggota komplotan pencuri dengan modus ganjal ATM. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif selama dua minggu, yang mengungkap jaringan kriminal lintas provinsi yang telah menargetkan puluhan korban di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang, AKBP Dedi Santoso, menjelaskan bahwa pelaku biasanya menyamar sebagai petugas pemerintah atau pejabat asing untuk memperoleh kepercayaan korban. Pada aksi terbaru, mereka berhasil mengelabui seorang pengusaha lokal dengan mengklaim menjadi perwakilan dinas kependudukan. Setelah korban mempercayakan kartu ATM, pelaku menukarnya dengan kartu palsu berisi chip yang dapat dikendalikan dari jarak jauh, lalu menguras saldo rekening dalam hitungan menit.

Modus ganjal ATM ini tidak baru. Pada Mei 2023, Polri berhasil membongkar komplotan serupa di Semarang, Jawa Tengah, yang menargetkan seorang kepala desa asal Rembang dan merugikannya hingga Rp 110 juta. Lima tersangka di Semarang berasal dari DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Cianjur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Mereka juga menggunakan identitas palsu, termasuk menyamar sebagai warga negara Brunei Darussalam, untuk menambah kesan legitimitas.

Berbekal pengalaman dari kasus Semarang, tim penyidik Tangerang melakukan analisis pola transaksi mencurigakan di sejumlah ATM regional. Mereka menemukan bahwa kartu palsu yang diproduksi secara khusus dapat meniru nomor seri kartu asli, sehingga sistem bank tidak langsung mendeteksi anomali. Setelah berhasil mengidentifikasi tiga titik transaksi utama, polisi menyusup ke jaringan pelaku dan menyiapkan operasi penangkapan bersamaan di tiga lokasi: sebuah kafe di Ciputat, sebuah kantor akuntan di Karawaci, dan sebuah rumah kos di Serpong.

Kelima tersangka yang ditangkap terdiri dari dua pria berusia 34 dan 38 tahun asal DKI Jakarta, satu wanita berusia 29 tahun dari Bandung, serta dua pria berusia 31 dan 35 tahun masing-masing berasal dari Surabaya dan Medan. Selama proses interogasi, mereka mengaku bahwa keuntungan per aksi berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 150 juta, tergantung pada saldo rekening korban. Total kerugian yang dilaporkan oleh korban di Tangerang mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk perangkat pemrograman kartu, laptop dengan rekaman percakapan penipu, serta dokumen identitas palsu. Semua barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Bareskrim untuk analisis lebih lanjut. Selanjutnya, AKBP Dedi menegaskan bahwa jaringan ini masih memiliki cabang di beberapa kota besar, termasuk Bandung, Surabaya, dan Medan, sehingga operasi penyelidikan akan terus berlanjut.

Kasus ini menambah catatan panjang modus penipuan yang memanfaatkan teknologi perbankan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahun 2025 tercatat peningkatan kasus penipuan digital sebesar 27% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan modus ganjal ATM menjadi salah satu metode paling efektif karena tidak memerlukan keahlian teknis tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Untuk melindungi diri, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa keaslian kartu ATM sebelum menggunakannya, menolak permintaan verifikasi identitas dari pihak yang tidak dikenal, serta melaporkan transaksi mencurigakan ke bank atau layanan darurat 110. Selain itu, bank diharapkan meningkatkan sistem deteksi anomali pada jaringan ATM guna meminimalisir kerugian.

Penangkapan komplotan ini diharapkan menjadi peringatan bagi jaringan kriminal serupa. Dengan kerja sama antara kepolisian, bank, dan masyarakat, diharapkan modus ganjal ATM dapat diminimalisir sehingga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *