Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juni 2026 | Belakangan ini, Bali diguncang oleh beberapa kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing (WNA). Salah satu kasus yang paling viral adalah keributan di depan restoran Gigi Susu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lokasi kejadian guna mengungkap kronologi lengkap bentrokan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, keributan itu berawal dari sopir taksi yang diludahi oleh seorang WNA. Kejadian tersebut kemudian berkembang menjadi keributan massa yang melibatkan warga lokal dan WNA. Kepolisian telah mengidentifikasi beberapa pelaku dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Di tempat lain, seorang pria bernama Suradi (39) menjadi korban penipuan dengan modus cash on delivery (COD) alias bayar di tempat. Motor jenis metik miliknya dibawa kabur oleh komplotan pelaku yang menggunakan siasat bukti transfer palsu disertai intimidasi. Aksi ini menjadi heboh di media sosial yang menarasikan dugaan aksi perampasan sepeda motor milik seorang warga di wilayah Badung, Bali.
Suradi berniat menjual motor warna cokelat miliknya itu melalui marketplace. Tak butuh waktu lama, sejam kemudian seorang pria yang mengaku bernama Cecep menghubungi korban dan menyatakan minatnya. Lantaran Suradi masih terikat jam kerja, keduanya sepakat untuk bertemu pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita di kawasan Jalan Ahmad Yani Denpasar.
Lewat komunikasi di media sosial, Cecep meminta agar Suradi menemui adiknya saja di lokasi yang telah ditentukan. Suradi yang ditemani rekannya, Dayat, kemudian meluncur ke lokasi. Setibanya di sana, komunikasi sempat berjalan alot. Cecep yang dihubungi via telepon berdalih bahwa motor belum bisa diambil malam itu. Namun, ia berjanji akan mengirimkan uang muka (DP) terlebih dahulu sebagai tanda jadi.
Siasat Cecep mulai dilancarkan menjelang tengah malam. Sekitar pukul 23.00 Wita, Cecep kembali menelepon korban dan mengeklaim bahwa dana transferan sudah cair. Ia pun meminta korban mengirimkan lokasi (share location) tempat tinggal sementaranya di Jalan Gunung Sanghyang, Gang Dumpil 2, agar sang adik bisa mengambil motor tersebut.
Kasus-kasus kriminal yang melibatkan WNA di Bali ini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan kepolisian setempat. Diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk mencegah dan menangani kasus-kasus tersebut.
Kesimpulan, keributan WNA di Bali dan tindak kriminal lainnya telah menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif dan efisien oleh pemerintah dan kepolisian untuk mencegah dan menangani kasus-kasus tersebut.











