Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juni 2026 | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengalami peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan publik. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat ke angka 82,4 persen. Wakil Ketua DPR Sari Yuliati mengapresiasi kenaikan tersebut dan menilai bahwa hal ini mencerminkan adanya perbaikan dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum, hingga kehadiran aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Survei Litbang Kompas juga menunjukkan bahwa citra positif Polri mencatatkan angka 71,5 persen. Pemerhati hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Hasibuan, mengapresiasi hasil survei tersebut dan menilai bahwa peningkatan tersebut merupakan buah dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan, penegakan hukum, serta penguatan profesionalisme dan transparansi.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga menyoroti peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri dan menilai bahwa hal ini merupakan bukti nyata dari kinerja institusi yang berdampak positif bagi masyarakat. Ia berharap bahwa peningkatan kepercayaan publik ini justru menjadi pemicu semangat yang lebih besar untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Sejarah Kepolisian RI juga tidak terlepas dari peran pentingnya dalam masyarakat. Polri telah mengalami berbagai periode, mulai dari masa Belanda dan Jepang, hingga Orde Baru. Pada masa kolonial, pemerintah Hindia Belanda mulai membentuk kepolisian modern sejak 1897 hingga 1920. Ketika Jepang menjajah Indonesia, kepolisian dibagi-bagi berdasarkan wilayah.
Pada 1 Juli, Polri memperingati Hari Bhayangkara, yang menandai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah pembentukan institusi kepolisian nasional. Peringatan ini menandai adanya kenaikan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang kini mencapai 82,4 persen.
Dalam rangka memperkuat kelembagaan, Polri kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel perwira tinggi dan perwira menengah. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kelembagaan, penyegaran organisasi, dan pengembangan karier.
Kesimpulan dari peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri dan peran pentingnya dalam masyarakat adalah bahwa Polri telah melakukan berbagai upaya pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri dapat terus meningkat dan berkelanjutan.











