Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Matthew Baker, penyanyi yang sempat bersinar bersama boyband era 1990-an Bad Boys Inc, kini menapaki babak baru dalam karier musiknya dengan bergabung bersama The Fizz, grup yang merupakan kelanjutan dari legendaris Bucks Fizz. Perpindahan ini tidak hanya menandai evolusi pribadi sang artis, tetapi juga menambah dimensi baru pada warisan grup yang pernah memukau dunia pada kontes Eurovision 1981.
Latar Belakang Bad Boys Inc dan Awal Karier Matthew
Bad Boys Inc terbentuk pada awal 1990-an dan meraih popularitas di Australia serta beberapa pasar Asia. Matthew, yang menjadi vokalis utama, dikenal dengan suara serak yang energik dan penampilan panggung yang karismatik. Album debut mereka, Land of Make Believe, menjadi rekaman pertama yang dibeli Matthew saat masih kecil, menumbuhkan kecintaan pada pop melodius.
Setelah grup itu bubar pada pertengahan dekade, Matthew melanjutkan karier sebagai solois, namun kesuksesan solo tidak sebanding dengan popularitas grup. Keputusan untuk kembali ke panggung bersama grup yang sudah mapan muncul ketika The Fizz membuka posisi vokalis baru setelah kepergian Mike Nolan pada 2024.
The Fizz: Warisan Bucks Fizz yang Diperbaharui
Bucks Fizz mengukir sejarah pada tahun 1981 dengan kemenangan Eurovision berkat lagu “Making Your Mind Up” dan aksi ikonik “skirt‑rip” yang melibatkan Cheryl Baker dan Jay Aston. Kejayaan itu menghasilkan penjualan 15 juta rekaman di seluruh dunia. Pada 2021, empat anggota asli (Cheryl, Jay, Bobby dan Mike) memutuskan untuk menata kembali grup dengan nama baru, The Fizz, menyesuaikan diri dengan era streaming dan festival nostalgia 80‑an.
Keputusan mengundang Matthew Baker sebagai vokalis baru membawa nuansa generasi baru ke dalam grup. Dalam wawancara dengan media, Matthew mengungkapkan, “Saya menonton kemenangan Bucks Fizz pada 81 di ruang tamu nenek, meniru gerakan mereka, dan kini berada di panggung yang sama—rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”
Pengalaman Trauma dan Kebangkitan
Sejarah Bucks Fizz tak lepas dari tragedi. Pada 1984, bus tur mereka menabrak truk di A1, menyisakan luka fisik yang mendalam pada seluruh anggota. Cheryl Baker masih merasakan “potongan jalan raya” di kakinya, mengingatkan publik akan betapa tipisnya batas antara keberuntungan dan kemalangan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik, meneguhkan tekad mereka untuk terus berkarya.
Matthew, meski tidak mengalami kecelakaan itu secara langsung, mengakui bahwa semangat “second chance” yang ditunjukkan oleh para pendiri Bucks Fizz memberi inspirasi baginya untuk mengatasi fase-fase sulit dalam karier solo. “Merasakan energi panggung bersama The Fizz mengingatkan saya pada semangat kebersamaan yang mengatasi segala rintangan,” ujarnya.
Kontribusi di Luar Musik: Proyek Future Bakers
Di luar musik, Matthew juga terlibat dalam inisiatif sosial. Pada World Baking Day, organisasi Bread Ahead meluncurkan “Future Bakers Project” yang bertujuan mengajarkan teknik pembuatan roti kepada anak‑anak muda di daerah kurang terlayani. Matthew menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut, menekankan pentingnya “mengaduk adonan masa depan” baik di dapur maupun di panggung. Ia berjanji akan berpartisipasi dalam workshop yang akan datang, menggabungkan kecintaannya pada musik dan kuliner.
Penampilan Terbaru dan Harapan Kedepan
The Fizz kini tengah mempromosikan single terbaru “A Crazy Shot in the Dark”, yang menampilkan harmonisasi vokal Cheryl, Jay, serta nuansa fresh Matthew. Tur konser 80‑an yang sedang berlangsung di Butlin’s Skegness dan venue lainnya menegaskan bahwa grup masih memiliki basis penggemar yang luas, baik generasi lama maupun baru.
Matthew Baker berharap kehadirannya dapat memperluas jangkauan The Fizz ke pasar internasional, khususnya Asia‑Pasifik, mengingat popularitas Bad Boys Inc di wilayah tersebut. Ia juga menargetkan kolaborasi lintas genre, menggabungkan elemen pop retro dengan sentuhan elektronik modern.
Dengan latar belakang boyband, pengalaman panggung internasional, serta komitmen sosial, Matthew Baker menjadi jembatan penting antara era musik klasik Bucks Fizz dan dinamika industri musik kontemporer. Perjalanan ini menunjukkan bahwa warisan musik dapat terus hidup, beradaptasi, dan menginspirasi generasi berikutnya.











